Pemerintahan yang Kuat
Posted: November 14th, 2008 | Author: Bimo Ario Tejo | Filed under: Bimo Ario Tejo, Kolom | Tags: pemerintahan, SBY, yudhoyono | 5 Comments »Tugas sebuah pemerintahan sebenarnya hanya satu: to get things done. Membereskan masalah.
Dalam membereskan masalah, pemerintah tentu bisa mendengarkan masukan dari berbagai pihak. Tetapi pada akhirnya pemerintah harus punya pendirian sendiri dalam membereskan masalah tersebut.
Pemerintahan yang lemah dan tak efektif biasanya akan berlama-lama mendengar masukan dari sana-sini, termasuk dari orang-orang yang tak berkompeten. Akhirnya masalah tidak beres karena sibuk mendengarkan tetapi lupa bertindak.
Hanya pemerintahan yang kuat yang bisa membereskan masalah. Dan rakyat memilih pemerintahnya untuk membereskan masalah. Rakyat ingin pemerintahan yang kuat.
Pemerintah yang kuat tidak sama dengan diktator. Pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang mampu mengambil keputusan dengan cepat dan berdiri kukuh (stand firm) mempertahankan keputusannya itu.
Di tahun 1957, Presiden Eisenhower mengerahkan pasukan Divisi 101st Airborne yang termasyhur untuk mengawal para pelajar kulit hitam yang menjadi korban diskriminasi rasial. Tentangan dari warga kulit putih sangat kuat. Tapi Presiden Eisenhower bersikap stand firm dengan keputusannya walaupun beresiko dibenci oleh warga kulit putih Amerika.
Tentu saja sikap Presiden Eisenhower yang keras itu tidak bisa disamakan dengan diktator.
Presiden Republik Indonesia saat ini mempunyai latar belakang militer. Seorang pensiunan jenderal. Sama seperti Eisenhower. Tetapi kemampuannya untuk bersikap stand firm sangat memprihatinkan.
Apakah terbayang oleh kita Presiden Yudhoyono berani mengerahkan Kopassus dan Kostrad untuk memberangus kelompok simpatisan Amrozi cs yang semakin berani muncul ke permukaan?
Apakah terbayang oleh kita Presiden Yudhoyono berani mengeluarkan perintah hukuman mati kepada koruptor?
Apakah terbayang oleh kita Presiden Yudhoyono berani memerintahkan tentara di semua Kodam untuk mengejar para penimbun beras dan kebutuhan pokok rakyat?
Apakah terbayang oleh kita Presiden Yudhoyono berani memerintahkan para retail besar seperti Giant dan Carrefour untuk menurunkan harga barang?
Pangkat jenderal bukan jaminan keberanian. Apalagi jenderal yang memang tak pernah berperang.
Untuk membereskan masalah, to get things done, keberanian dan sikap stand firm adalah syarat utama. Saya kira rakyat ingin pemerintahan yang bisa membereskan masalah, bukan asyik mendengar kiri-kanan tetapi lamban bertindak.