Apa kabar Indonesia dalam ekonomi 2015 ?

Posted: November 24th, 2008 | Author: Ilhamdi | Filed under: Blog Menulis | Tags: , , | 4 Comments »

Menarik untuk mencermati tulisan di kompas pada tanggal 22 November 2008 hari sabtu dalanm sebuah tulisan tentang tren global yang menyatakan pendapat dari National Inteleigence Council ( NIC ) yang menceritakan tentang global trend 2015 .

Dalam hal ini dikatakan Amerika akan mengalami perubahan dan pergeseran ekonomi dalam  2 tahun yang akan datang.Yang mengejutkan kawasan Asia disebut sebagai hal yang kan bisa menjadi tumpuan ekonomi di masa depan.Asia dikabarkan akan menjadi pusat manufaktur dan juga akabn berpengaruh terhadap sektor jasa.Jasa? Hal ini yang selalu gw tulis di setiap permaslahan marketing dan uniknya jasa adalah senjata ampuh dalam perkebangan ekonomi sekarang.Teknik marketing integrated communication yang berkembang sangat pesat saat ini menjadi acuaanya.

Hal menarik lainnya adalah Indonesia bersama Iran termasuk negara yang sedang mencoba merebut pengaruh untuk persaingan kompetisi ekonomi .

Indonesia ….. ? Menarik juga.

Satu pertanyaan dasar yang emang selalu akan diucapkan .Emangnya bisa apa Indonesia ? Kondisi dalam negrinya aja masih kacau balau kayak gini.Ok mari kita coba bahas.Indonesia sejak dipimpin oleh duet SBY-JK secara keseluruhan memang tampil bagus.Kepercayaan public muncul disini meskipun secara tidak keseluruhan juga,berbagai aliran kritik berdatangan ke Istana negara untk dibahas.Tapi bagaimana akhirnya kritik itu dibalas dengan reaksi yang positif,mendidk dan buat saya …sangat-sangat pintar.Feedbacknya nama SBY tetap masuk pada calon pemimpin ini di pemilu 2009,kabar yang berkembang ( meskipun saya belum tahu secara keseluruan ) SBY bersama Megawati dan Sri Sultan Hamengkubuwono adalah orang-orang yang diinginkan untuk memimpin negara ini di 2009.SBY disebut pertama.Diakah pilihan nmor 1? Buat saya “ Ya” .

Salah satu cara terbak pemerintah adalah saat harga kenaikan bbm beberapa waktu ayng lalau ,tak henti-hentinya demonstrasi dari mahasiswa atau berbagai kalangan organisasi masyarakat “mencoba untuk menentang “.Kerusuhan yang disebabkan aksi demonstrasi di balas dengan layanan iklan dari pemerintah yang disampaikan melalui beberapa mentrinya tentang bagaimana,kenapa dan apa sebab kenaikan bbm.Telvisi tidak bisa dipungkiri lagi sebagai sebuah medium “komunikasi” yang ampuh.Akhirnya …demosntrasi seperti selesai begitu saja.Yang paling baru soal kebijakan SKB 4 mentri yang buat resah para saudara-saudara kita yang dinamakan sebagai buruh.Demonstrasi dilakukan.Sayangnya tempat dan waktu demonstrasi dilakukan salah.SKB itu diantaranya menjelaskan bahwa masing-masing daerah berjhak menentukan batas  pendapatan yang diperoleh .Dari informasi dan data yang saya peroleh karena saya mencoba untuk tidak bermulut besar melalui sebuah media online ada beberapa prpoinsi yang membuat kenaikan upah dan bukan malah membuatnya turun.Dan rata-rata itu adalah kota besar.Kota yang sebenarnya buat saya memang punya kehidupan yang layak mendapatkan reward lebih jika hidup dihargai dalam bentuk materil.Tapi disnilah penjelasan pemerintah ,bahwa hal ini justru yang akan mencegah terjadinya PHK besar-besaran.Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangna sebuah perussahaan,usaha,unit bisnsi atau apa lah sebutannya.Menari ditunggu karena kabar terakhir yang say adapt adalah BPP HIPMI memberikan sebuah tanda bahaya dengan mengeluarkan sinya bahaya bahwa tahun 2009 13.000 naker se Indonesia bisa terkena PHK,dan hal ini bisa terus bertambah.Setiap daerah harus pintar dalam memanfaatkan segala strukutrnya termasuk ekonomi .Apa yang akan dilakukan pemerintah,jika hal ini mengarah ke pada hal yang positif,setiap daerah tentunya akan berusaha mengoptimalkan setiap potensi daerahnya.Dan bukan tak mungkin bahwa Indonesia sedang “merebut pengaruh “,sepertui yang dilaporkan oleh ( NIC ) dalam sektor jasa akan memang jadi kenyataan.Hal ini yang bisa dioptimalakan oleh Indonesia jika ingin “membuat pengaruh dan “merebut pengaruh”.

Sekarang tinggal permaslahan klasiknya ,jika tren poisitf ini terus berlangsung mempertahankannya Indonesia akan “diincar”banyak negara sebagai “ladang pertumbuhan mereka”.Mampukah Indonesia “secara Indonesia dalam keseluruhannya”,mempertahankan apa yang mereka miliki? Terlalu pagi untuk mengatakan “ya”.Situasi di tahun 2009 belum menentu.Kondisi social pun per detiknya akan selalu berubah.Laporan dari NIC ini pun patut ditanggapi.Impian duet SBY-JK yang secara perklahan ingin membagun Indonesia sebagai negara maju bisa jadi bukan lagi sebuah impian,tapi realita.Siapa yang akan berkorban ? Dan siapa yang akan dikorbankan ?

Apa kabar Indonesia ?

Incoming search terms for the article:


Seni ,idealis dan bisnis

Posted: November 14th, 2008 | Author: Ilhamdi | Filed under: Blog Menulis | Tags: , , | No Comments »

Sebuah acara diskusi pada malam hari selasa mengeteghakan bagaimana posisi media dalam mencermati pemberitaan saat ini.Berbagai isu diangkat mulai dari mencoba mendramatisasi sebuah berita ,tengan bagaimana proses kerjaaan sebuah media .tentang bagaimana “visi “ media itu ,tentang baigaimana media memberikan sebuah pendidikan .Tokoh yang hadir saat itu diantaranya adalah Imama Prasojo ,pakar sosiologi UI ,KArni Ilyas pemred tv one ,Bambang Harymurti dari dewan Pers .Agus Dibyo pengamat media ,Uni Lubis dari atvsi dan beberapa nama yang tidak saya ingat ,tapi mereka dari beberapa media juga seperti kompas ,republika ,metro tv ,sctv dan juga dari komisi penyiaran Indonesia ,Sayang dari semuanya tidak hadir wisnhnutama dari trans corp,rosssiana silallahi dari sctv ,serta dari mnc gropu yang membidani rcti,tpi dan global tv ..Masalah aygn pertama diangkat adalah tentang “keberpihakan “ beberap media elektronik ketika kasus hukum mati amrozi cs ,diangganp terlalu berlebihan.Pakar sosiolog Imam Prasojo malah mengkritik dari sisi social masyarakat yang ada saat tv one mengangkat tema yang membuat “pemikiran”,perbedaa” menjadi sesuatu hal yang besar .Imam mencotohkan ketika istri dari amrozi diwawancara adalh kubu yang mendukung jihad dalam arti mereka tersendiri ,di lain pihak tv one juga mewawncarai beberapa korban dari bom bali ,menurut Imam hal ini sebenarnya semakin membuat masyarakat sem,akin skeptis dalam menyikapi masalah.Masalah ayng dimulai dari masalah kekerasan.Seharusnya media berperan lebih edukatif,lebih objektif.Untuk hal ini gw setuju bangaet sama Imam ,tapi masalahnya mas Imam ,gak ada yang objektif di dunia,sangat sulit dicari harga dari sebuah keadilan ,sesuatu yang benar – benar fair …..sesuatu yang benar – benar semua pihak bisa merasa bahagia .Gak ada .Kecuali hati kita masing – masing yang buisa merasakan hal itu.

Hal ini langsung dibantah keras oleh Karni Ilyas dari tv one ,menurut mereka itulah proses kerja mereka selama itu adalah media elektronik.Para pemirsa atau konsumen akan lebih suka menyaksikan berita yang live report ,mereka lebih suka straight lines yang benar – benar terjadi saat itu.Hal ini didukung oleh beberpa media elektronik yang hadir pada acara diskusi tersebut seperti Uni Lubis atvsi dan dari Metro tv.Tapi beberapa kritikan lahir dari pengamat media ,Bambang Harymurty dari dewan pers.Well buat mas Bambang …bapak yang satu ini masih sama seprti saat saya ikut diskusinya pada tahun 2005 lalu di kampus pusat UII cik Di tiro .Selain itu yang paling cukup tepat dalam menegahi ini adalah orang dari kpi ,dengan bijak dia buat pernyatan “ semua dan apa yang dilakukan oleh media itu adalah hak mereka ,itu adalah pilihan mereka ,tapi tidak ada salahnya mencoba untuk tetap tampil objektif dan menciptakan balancing dalam pemberitaan .Well dari semuanya itu masing – masing terlihat seperti menciptakan apa yang mereka mau dari media mereka.Seni mereka dalam emmainkan [pola ,program ,tulisan ,gambar kamera ,berita dan hal – hal yang mereka lakukan seperti biasanya.Beberapa pengamat media atau pun kritikus meida tak kalah bersaing dalam hal ini “ sisi idealis “ mereka mulai mereka kembangkan degan melancarkan krtik – kritik terhadap berita – berita yang di luncurkan oleh media ,mulai dari masalah amrozi cs ,kekerasan ,dan segala – segalanya.

Sayang tidak ada yang berani membuka ,bagaimana sisi bisnis mereka ,tak dapat dipungkiri lagi sekarang rating sebuah acara ikut terpengaruh oleh iklan .Soal ini hanya Krni Ilyas yang buka suara.Sisanya ? Media di tuntut sebagai arus informasi,hati nurani rakyat ,atau apa pun tagline yang mereka bangun ,jika memang inigin menciptakan balbancing yang tentunya edukatif ,sudah saatnya juga media menjelaskan sisi bisnisnya.Hal ini bukan terletak pada pemegang dana seperti yang dikritk oleh mas Imam dari UI ,tapi kita ambil bagian sederhananya .dalam proses iklan media elektroni tentunya iklan yang masuk bisa dipengaruhi oelh acara apa ayng akan mereka buat ? apakah acara itu menarik perhatian pemirsa ? Sebuah perusahaan dalam mengiklankan produknya tentu tidak main – main ,mereka tentunya tidak mau menghamburkan uang begitu saja untuk memasang wajah produk mereka di telvisi,sedangkan televise itu tidak banyak ditonton oleh pemirsanya,atau sebuah acara itu kurang diminati masyarakat.Ok kita ambil contohnya ,kasus amrozi cs memang menyita banyak perhatian ,.tragedi bom yang menewaskan sekitar 200 orang ,terjadi di pulau bali ,setelah ditangkap eksekusi mati yang terus tertunda – tunda,selain image islam yang sekarang semaikn dianggap skpetis ,sebuah berita yang sebenarnya memang laku untuk dijual ,selalu ditunggu pemirsanya ,karena secara lanmgsung atau tidak langsung akan berdampak pada sentra kehidupan mereka masing – masing .Nah sekarang tinggal bagaimana sebuah media mengemas acara itu masing – masing secara menarik agar pemirsa memilih media mereka untuk dinikmati.Hubungannya dengan bisnis ,tentu saja ini adalah ladang uang bagi media ,iklan yang berloba masuk dengen program acara yang dikemas menarik ,sumber informasi yang menarik dan hal – hal lainnya .Karni Ilyas bilang ,sebenarnya kalau mau untung bikin aja tv entertain ,itu pasti laku ,kalo bikin media yang kayak kami gini ,rugi….,well buat penulis gak, .masa seh “ media rugi “ jika medianya bukan media entertainment ?

Permasalahan ini lah yang sebenarnya terjadi ,di satu sisi media menampilkan seni mereka ,baik itu lewat tulisan ,gambar kamera ,foto ,angel kamera atau video dan hal – hal lain sebagai teknisnya.Sementara itu idealisme media yang tercermin dalam bentuk visi juga harus tetap jalan .Semuanya itu pun harus “berhadapan “ pula dengen sisi bisnis.Seperti yang terltulis tadi diatas tidak ada yagn benar – benar objektif ,tentang apa ,bagaimana yang harus kita lakukan .Tapi itu pilihan .Seperti ayng dikemukan oleh salah satu anggota disukusi dari KPI ,bahwa apa yang dilakukan media saat ini itu adalah pilihan mereka ,sekarang tinggal bagaimana mereka meng –create menjadi sesuatu yang imbang .Dan buat penulis tentunya juga harus edukatif agar semkin mencerdaskan masyrakat Indonesia .

Seni ,idealis dan bisnis ,mana yang objektif ?

Incoming search terms for the article:


Marketing Urbanisasi

Posted: October 9th, 2008 | Author: Ilhamdi | Filed under: Opini | Tags: | No Comments »

Perputaran dan dinamika kehidupan memang selalu berkembang. Itulah tantagan yang akan dihadapi oleh bangsa ini .Tingkat kebutuhan dan konsumsi yang semakin tinggi memaksa banyak orang rela melaukan apa pun termasuk di dalamnya mengadu nasib agar semua kebutuhan dan konsumsi itu dapat terpenuhi secara maksimal.Bagaimana caranya?

Para penduduk atau pun bahkan termasuk saya bisa jadi akan mencari sebuah tempat yang dainggap layak dan potensial untuk memenuhi semua tingkat kebutuhan itu.Jika saya saat ini berada di Yogyakarta ,bukan tak mungkin suatu saat saya akan pindah kota yang jauh lebih besar lagi dengen segenap potensi yang akan saya dapat.

Jakarta misalnya.Jakarta adalah kota idola bagi siappun,apa pun bisa didapatkan disana ,semuanya ada disana ,pusat tingkat kebutuhan akan selalu ada di kota ini.Bagaimana dengen kota – kota potensial lainnya ? Surabaya ,Kalimantan Timur adalah daerah yang dianggap sebagai pelarian untuk memenuhi tingkat kebutuhan selanjutnya.Karena disana setiap peluang dan kesempatan ada di sana utnuk memenuihi tingkat kebutuhan tersebut.Tak terelakkan lagi proses perpindahan selalu terjadi ,memanfaatkan sebuah moment dan biasanya moment itu adalah saat seperti ini lebaran.Proses perpindahan ini biasa disebut urbanisasi

Urbanisasi menjadi permasalahan yang kompleks saat ini,tingkat penduduk yang tidak rata di setiap daerah akhirnya tetap membuat kota besar Jakarta selalu dipenuhi sesak Salah satu alasannya adalah lapangan pekerjaan ,Jakarta memang sanggup untuk menampung semua itu ,tapi sekarang bagaimana agar kita bersama – sama berpikir bahwa tidak hanya Jakarta sebagai tempat yang mampu  memberikan lapangan pekerjaan.Pemerintah sudah mencoba membuka hal yang baru ,Visit Indonesia 2008  adalah sebuah pengembangan yang mencoba dilakukan oleh pemerintah untuk megurangi tingkat kepadatan penduduk dan arus urbanisasi ke Jakarta.dengan visit Indonesia 2008 yang diharapkan mampu mengembangkan potensi daerah lainnya dengen membuka lapangan kerja baru di sector industri jasa ,hal ini diharapkan akan tercipta pengembangan dan lapangan kerja baru untuk daerah lain selain Jakarta,dan membuat perputaran arus urbanisasi menjadi merata.

Proses marketing yaitu sebuah tindakan promosi terhadap daerah – daerah berpotensi lainnya sebagai peraup hasil untuk memenuhi tingkat kebutuhan perlu dikembangkan .Jika potensi pariwisata melalui visit Indonesia 2008 dianggap belum memberikan hasil yang baik ,maka proses pengalihan industri ,yang dianggap sebagai salah satu kunci sukses untuk memenuhi tingkat kebutuhan bagi individu – individu perlu dikembangkan.Jangan lagi untuk menumpuk dan membangun pabrik atau kantor pusat di Jakarta.Daerah – daerah seperti beberpa kawasan Sumatera yang dianggp potensila seperti Nagroe Aceh Darussalam atau Palembang bisa dijadikan alternatif.atau pun Sulawesi yang masih terjaga kenaturalan alamnya .

Proses komunikasi pemasaran yang seperti ini yang mungkin perlu dicoba oleh pemerintah jika memang ingin mengurangi tingkat arus urbanisasi ke Jakarta.Pemerintah setidaknya mampu mengembangkan dan mengajak para pemain di bisnis Industri untuk membangun pusatnya di daerah lain ,selain Jakarta.Secara tidak langsung hal ini bisa berefek pada proyek pengembangan pariwisata Indonesia.
Misalnya saja jika sebuah perusahaan di Indonesia menjalin kerjasama dengan pihak asing.Jika perusahaan tersebut bermarkas di Sulawesi Utara misalnya ,maka si perusahaan pihak asing akan datang ke Sulawesi Selatan.Sembari menjalan kan kegiatan bisnisnya perusahaan asing akan diajak untuk menikmati keindahan pariwisata yang ada di Sulawesi Utara,taman laut Bunaken bisa djadikan sebagai acuan pariwisata di Sulawesi Utara.Jika semua pross berjalan baik ,dari sector bisnis atau pun promosi pariwisata yang dialkuakn secara tidak langsung maka daerah Sulawesi Utara akan menjadi daerah yang siap untuk maju dari segala sisi.Proses perindahan ke Sulawesi Utara pun akan berlangsung dan mampu mengurangi tingkat urbanisasi di Jakarta.Jika semua proses berjalan baik maka pemerintah akan mendapatkan keuntungan .

Selain tingkat penduduk yang merata,proyek mempromosikan Indonesia memalui sector pariwisata akan berjalan baik.Pihak asing yang datang secara tidak langsung akan mempromosikan hal ini ke kolega – kolega lainnya melalui word of mouth .Indonesia akan semakin banyak di datangi pihak asing entah itu untuk sekedar berlibur atau pun menjalin kerjasama bisnis di Sulawesi utara.Pendapatan pemerintah bisa bertambah melalui sector ini,bagi perusahaan lokal yang menjalin kerjasama pun bisa terus mendapatkan klien – klien mereka karena harmonisasi setiap faktor akan terjaga dengan baik.

Tapi semuanya itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahan bersangkutan yang menjalankan kegiatan bisnisnya.Tapi bagaimana kita secara bersama – sama mampu mengembangkan setiap potensi yang ada di daerah atau pada diri kita sendiri untuk mampu berfikir kreatif “membuka sesuatu hal yang baru” melalui proses komunikasi yang baik untuk mengurangi tingkat arus urbanisasi yang terlalu sering terjadi di Jakarta.

Incoming search terms for the article:


Demonstrasi

Posted: May 28th, 2008 | Author: Ilhamdi | Filed under: Opini | Tags: | No Comments »

Akhir – akhir ini kondisi negara Indonesia diibaratkan dengan kondisi yang terjadi 10 tahun silam yaitu kerusuhan dan demonstrasi besar – besaran terjadi .Para Pihak terkait dengan situasi ini saling menuding siapa yang paling benar dan siapa yang salah .Apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang – orang Indonesia ?

Demonstrasi dianggap oleh sebgaian orang yang berkaitan dengan hal demonstrasi sebagai proses transisi bangsa Indonesia dari sebuah pengekangan masa lalu ,tapi kenapa demonstrasi yang entah dimulai dari mana akhirnya bisa menjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan ciri khas yang selalu diagungkan oleh para mahasiswa yaitu sebagai kaum intelektual ,agent of chnage atau berwawasan luas.Mungkin masih ada yang mengaggpa cara zaman purba dengan mengandalkan kekuatan otot terbukti siapa yang paling kuat dan suiapa yang lemah.Mahasiswa tidak bisa lagi melakukan hal – hal seperti ini apalagi jika kasus mahasiswa unas yang demonstrasi sambil menenggak minuman keras atau pun mengkonsumsi ganja terbukti ,brand image mahasiswa akan semakin pudar ,dan akhirnya para mahasiswa lain memilih mencari jalan “aman” dengan lebih mementingkan hal – hal yang di luar cara menyelematkan bangsa .

Mahasiswa yang ingin menyelematkan bangsa harus tetap ada tapi dengan tidak cara anarkis ,boleh saja melakukan demonstrasi ,asalkan mampu membuat sebuah hasil positif setelah dilakukan nya kasi demonstrasi itu .Caranya ? Para masing – masing mahasiswa tentunya tahu bagaimana cara melakukan hal tersebut .Sebuah cara yang jauh lebih baik .

Demonstrasi ini juga bisa dijadikan sebagai sebuah teror mental bagi para politisi menjelang pemilu 2009 nanti ,bisa saja adanya dugaan bahwa demonstrasi yang seperti sengaja dibuat chaos ini untuk mempercepat kerja pihak pemerintah yang sekarang ,apalagi dengan kondisi harga bbm naik yang dirasa semakin menyulitkan masyarakat kecil .Hal ini dianggap sebgai psywar terhadap para politisi agar tidak hanya menyuarakan suara – suara gombal mereka di hadapan masyarakat saat berkampanye .

Pihak mahasiswa sebenarnya mampu merespon hal ini dengan positif ,kita bisa lihat iklan layanan masyarakat yang dibuat pemerintah sekarang yang menampilkan para mentri – mentri berbicara soal kenaikan harga bbm ,yang seolah – olah pemerintah memberikan sesuatu yang dimengerti masyarakat mengapa pemerintah menaikkan harga bbm .Mahasiswa bisa saja menjadikan hal ini lebih mendidik dengan cara yang serupa melalui iklan pula.Bukankah hal seperti itu lebih menunjukkan cara intelektualitas dan kreativitas seorang mahasiswa.Patut dicata pula bagaimana Esia sebuah pemain baru di dunia telekomunikasi mampu meraup laba diatas 50 % dengan menggunakan media iklan sebagai tempat mereka ” menundukkan pesaing – pesaing mereka “.

Pemerintah pun harus mampu mempertanggungjawabkan secara keseluruhan apa kebijakan yang telah mereka lakukan dan akan dilakukan .Jika bbm dinaikkan untuk menyelematkan keuangan negara ,cara – cara seperti menaikkan gaji pns ,atau menempatkan indonesia sebagai visit Indonesia 2008 harus dibayar lunas dengan tidak adanya lagi permasalahan – permasalah yang sama .Memeng hasilnya tidakan terliaht dengan begitu cepat ,tapi setiap periode pemerintahan yang akan berjalan harus mampu mempertanggungjawabkan semua nya ini ,bukannya saling menuding.Jika ini semua dilakukan untuk rakyat Indonesia maka marilajh kita secara bersama berpikir dengan sehat ,cerdas dan kepala dingin ,tanpa harus menghilangkan identitas budaya bangsa Indonesia yaitu saling menghargai dan menghormati

Incoming search terms for the article:


Sports, Marketing dan Entertainment

Posted: March 28th, 2008 | Author: Ilhamdi | Filed under: Opini | Tags: , , , | 2 Comments »

Salah satu kegiatan pemasaran yang cukup kuat dalam merebut hati konsumen dengan mengendarai olahraga. Jika digarap serius maka daya tarik sport marketing amat ampuh bagi pemasar dalam memperkuat brand awareness. Apakah kegiatan ini juga cukup efektif dalam membangun emotional relationship yang kuat?

Kompetisi Liga Djarum Indonesia, Copa Indonesia, Indonesian Basket ball League, Tennis Commenwealth WTA, Piala Coca-Cola dan kegiatan olahraga lain yang masih berjalan adalah bukti nyata bahwa perkembangan sport marketing di Indonesia terus meningkat, dari sisi kualitas maupun kuantitas. Gairah masyarakat dalam menonton sebuah kompetisi olahraga, terutama pada cabang olahraga populer sangatlah besar. Lonjakan penonton pada setiap momen olahraga tentunya menjadikan makin besarnya kisaran bisnis di lahan ini. Sebut saja PT Djarum dan PT HM Sampoerna Tbk yang berani mensponsori pertandingan Liga Indonesia dan Copa Indonesia. Untuk satu putaran Liga, Djarum mengelontorkan dana sekitar Rp 35 miliar hingga Rp 50 miliar. Bayangkan untuk dua putaran, setidaknya Djarum memasok anggaran sekitar Rp 70 miliar- Rp 100 miliar. Bila Djarum mensponsori lima kegiatan olahraga di cabang berbeda, paling tidak bujet Djarum dalam menggelar kegiatan sport marketing antara Rp 300 miliar-Rp 500 miliar. Belum lagi dana yang dipasok dari sponsor pendukung dari sebuah event, juga TV partner, merchandise dan sebagainya. Bisnis yang fantastik !
Copa Indonesia dan Indonesia Basketball League (IBL) yang digelar di beberapa kota.

“Menjual Daya Tarik Sport Marketing” .majalah cakram edisi September 2007.

Itulah kutipan informasi yang ada di majalah cakram ,Tapi ada yang memilki nilai lebih dari semua itu adalah impian agar olahraga kita mampu menjadi profesionalisme lagi baik dari sisi bisnis atau pun juga dari sisi teknis olahraga itu sendiri.Lihat saja premier league liga inggris yang mampu membangun fondasi bisnis dan membuat area sport marketing untuk tim olahraga mereka sendiri.Meskipun akirnya dikenal ” rakus ” tapi itulah point plus yang ditawarkan pengelola tim tim liga inggris bersama FA ( PSSI -nya Inggris ) dan juga sponsor utama mereka sebuah perusahaan asuransi Barclayd.Sport marketing sekarang tidak hanya menjadi milik sebuah perusahaan yang berkepentingan saja.Tetapi mulai milik tim – tim atau klub peserta.Cara ini sudah mulai ditunjukkan PSSI dengan membangun format liga super yang membuat klub tidak lagi mendapat dana dari pemerintah melainkan mereka berorganisasi sendiri untuk mendapatkan dana dan mengelola tim mereka lebih dari sekedar bermain di lapangan. IBL sebagai kompetisi kasta tertinggi basket tanah air sudah mulai melakukan hal tersebut dampaknya di beberapa kaos tim terpampang beberapa sponsor entah itu untuk sponsor utama atau pun sponsor apparel.Sport marketing tidak hanya berbicara tentang megelola marketingnya tapi bagaimana mengelola entertainment menjadi sebuah produk marketing baik itu secara teknis atau non teknis.
NBA ,liga basket terkenal di dunia melakukannya ,dari sisi teknis mereka menampilkan permainan tim yang menghibur yang bahkan keluar dari pakem basket ” text book “.Semuanya untuk menghibur dan memilki daya jual agar timnya digemari oleh para fans .Dari sisi non teknis basket itu sendiri bagaimana kita melihat gerakan cheerleaders yang menghibur di sela – sela waktu istirahat pemain juga memiliki nilai jual sehingga secara keseluruhan NBA memiliki daya jual yang bagus di mata para beberapa perusahaan agar menananmkan investasi mereka di Liga basket Tertinggi di Amerika tersebut.
Entertainment lainnya dapt dilihat di liga Inggris selain secara permainana mereka telah berubah dari kick and rush yang membosankan ala Inggris sekarang mereka berhasil mendatangkan pemain – pemain bintang untuk menjual daya tarik klub mereka bahkan diantaranya ada yang melaukkan ” ekspansi ” ke Asia,untuk memperoleh market yang besar dengan entertainment yang tinggi .Dari sisi non teknis lihat para supporteer mereka yang begitu hormat akan sebuah pertandingan sepakbola meskipun para fans tidak begitu senang dengan hasil akhirnya.Yang ada malahan dukungan tiada henti meski pun mereka harus terus tenggelam dalam sebuah hal yang tidak disukai oleh fans mana pun dalam mendukung timnya.
Kita semua tentunya sebagai bangsa Indonesia memang harus belajar banyak akan hal ini tanpa meruntuhkan cultur kita sebagai bangsa dalam kegiatan olahraganya ,Sepakbola ,Bulutangkis, Basket atau pun Voli adalah olahraga yang merakyat di Indonesia.Sekarang mereka sedang mencoba untk berporses ke arah sana dimana marketing dan gabungan atara sports dan entertainment manjadi satu sehingga semua elemen yang ada di dalam oalhraga menjadikan kita sebagai sebuah bangsa yang mampu dihormati,disegani dan dihargai lebih dari sebuah sekedar konfrontasi atau perang psikologis politik.

Incoming search terms for the article:


super weekend untuk liga Indonesia

Posted: March 25th, 2008 | Author: Ilhamdi | Filed under: Lain-lain | No Comments »

Judul diatas sepertinya lyak disematkan kepada libur akhir pekan ini ,selain banyaknya acara perayaan hari besar agama ,sepakbola pun tak ketinggalan merayakan besarnya acara mereka dan saya memberi tajuk ” super weekend ” .Liga inggris menasbihkan Man utd vs Liverpool ,Chelsea vs Arsenal ,liga italia Inter M vs Juventus ,liga jerman Bayern muenchen vs Bayer leverkuesen,hasilnya masing- masing sangat berbeda tapi semua dilalui dengan hasil suka dan duka bagi siapa paun penikmat sepakbola.Yang paling seru adalah super weekend ddalam tajuk derby london antara Chelsea vs Arsenal.Siapa pun tahu panasnya 2 tim besar dalam derby.Tapi aroma keras dan kasar serta saling menyinggung pemain antara 2 tim yang berebda langsung luluh melihat begitu tingginya tensi sportivitas yang mereka jaga.Hal yang sangat mengejutkan dari ” permusuhan” ini adalah tak pernah redanya permasalahan antara Ashely Cole bek dari Chelsea dan juga William Gallas bek dari Arsenal.Mereka adalah sebagai pemain yang pernah memeperkluat tim mereka sebelumnya.Hal ini terlihat dari raut wajah 2 pemain ini sesaat memasuki lapangan.Jika William Gallas masih sempat disalami sesaat oleh beberapa pemain Chelsea sebelum memasuki lapangan maka begitu berbeda dengan Ashley Cole tak ada satu pun pemain Arsenal yang bertegur sapa dengan pemain yang proses kepindahnnya ke Chelsea ini diirngi oleh berbagai macam kontroversi ini.Tapi semua aroma sportivitas terjaga dengan alur yang rapi di lapangan Robie v Persie ,Fabregas ,atau Eboue ang biasanya dikenal sering protes dalam derby ini terlihat menunjukkna itikad baik mereka.Begitu pula Ballack ,Lampard ,Drogba atau Joe cole dari Chelsea yang dikenal memliki tingkat emosi yang tinggi pun sama .Pertandingan pun menjadi enak untuk dnikmati.Masing – masing tim memperlihatkan karakter mereka masing -masing Arsenal yang diklaim sebagai salah satu tim yang permainannya nyaman untuk dinikmati bermain seperti biasanya bola pendek dari kaki ke kaki ,Chelsea pun secara mengejutkan melihatkan karakter yang berubah yang coba di bawa Avram Grant mencoba untuk bermain cantik ketimbang bermain pragmatis seperti yang dilakukan pendahulunya di Jose Mourinho dan hal itu terbukti.Alhasil serangan dilakukan secara bergantian dan membuat penonton sekan menyaksikan balapan di sirkuit yaitu dengan cepat memalingkan mata begitu cepat dari suatu posisi ke posisi yang lain.Hasil akhir memang milik Chelsea tapi itu semua tak mengurangi porsi gereget panasnya derby london dalam super Weekend.Semuanya itu bisa menjadi contoh bagi wajah persepakbolaan Indonesia,yang terkadang begitu kontoversial dalam segala hal entah itu ” dendam ” klub atau masalah pemain yang seperti pernah dimiliki oleh Chelsea atau Arsenal.Saatnya menuju sebuah perubahan jika memang sepakbola Indonesia inigin berkembang dan disejajarkan dengan negara – negara kuat Asia seperti Jepang,Korea Selatan atau Iran .Iklim kondusif yang akan ada di liga domestik akan menunjang segalanya untuk berpartisipasi lebih baik lagi di tingkat Internasional.


AADC dan AAC

Posted: March 18th, 2008 | Author: Ilhamdi | Filed under: Lain-lain | No Comments »

Siapa pun pasti ada yang tak menyangka
bahwa film ayat-ayat cintya ternyata
ditonton jutan penonton dalam waktu
seminggu ,seakan in mengingatkan
kembali bahwa apakah dunia perfilman
kita telah membaik terlepas dari
kontroversi tentang akan
dihilangkannya lembaga sensor film
indonesia ?Tentunya ada pro dan kontra
menyangkut film AAC ini ,tapi apa
hubungan yang menarik dari dengan
AADC ?AADC diklaim sebagai film bagus
mengingat saat itu industri film kita
tak berani menimbulkan cerita selain
cerita yang berbau sex .AAC ?Setelah
dipenuhi dengan horo dan drama cinta
yang ” itu-itu saja ” AAC diklaim
membawa sebuah suasana baru dalam film
Indonesia dan hal ini diperkuat dengan
publikasi berbagai media bahwa film
ini telah ditotnton jutaan penonton
dalam waktu hanya seminggu ? Kita
tentunya dapat mengambil hal
positifnya bahwa dunia perfilman
Indonesia mencoba menawarkan hal baru
untuk industri perfilman semoga saja
dua dari film ini yang telah di
bedakan oleh jangka waktu yang lama (
AADC – AAC )mampu menggirahkan nuansa
film Indonesia dengan jangka waktu
yang tidak terlalu lama .