NATIONAL GEOGRAPHIC

Posted: June 9th, 2009 | Author: efge | Filed under: Lain-lain | No Comments »

Cara Kita Memahami Alam ini , kaitannya dengan Manusia dan Alam Semesta
DARI BLOG PENULIS
Mottonya yaitu untuk membentuk pengetahuan geografi juga mempromosikan konservasi dari budaya, sejarah dan kekayaan alam dunia.”Majalah ini membahas banyak hal, terutama sains dalam tinjauan kosmis, mikro, makro hingga sejagat raya. National Geographic sudah ada sejak tahun 1888. Memiliki berbagai edisi. Juga ada edisi Indonesianya-National Geographic Indonesia. Harganya memang cukup mahal( 5o ribu- 100 halaman), tapi ditanggung anda tidak akan menyesal karena didalamnya terdapat artikel menarik untuk disimak, gamabr keren dari fotografernya juga penghias layar komputer yang menarik. Tiap edisi membahas secara menyeluruh suatu hal. Seperti kisah 200 tahunnya Darwin, juga Ratu Wanita Mesir.

Ada juga edisi spesialnya ( 75 ribu). Kita juga dapat langganan melalui email. Kita akanmendapatkan edisi elektroniknya tiap minggu, atau bahkan 3 hari sekali. Majalah ini layak dibaca semua kalangan. Referensi yang bagus untuk pelajar. Bagi kalangan religius majalah ini membuat mereka lebih bertakwa dan melihat betapa kebesaran Tuhan mencipta. Dalam satu edisi terdapat berbagai topik menyeluruh tentang perkembangan sains terkini, juga budaya di dunia ini yang ternyata tak lekang oleh zaman.

National Geographic sendiri juga memiliki saluran khusus, blog, majalah anak-anak, majalah bagi para pengembara, Majalah untuk menjadi hijau – ramah lingkungan(National Geographic Green Guide), National Geographic Video.

Layak baca, layak beli, membuka horison wawasan,

keep alert through ng!


MEMUSIUMKAN KEMISKINAN!

Posted: June 9th, 2009 | Author: efge | Filed under: Resensi Buku | Tags: | No Comments »

blog penulis

Judul :Creating World Without Poverty:How Social Business Can Transform Our Lives
(Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan: Bagaimana Bisnis Sosial Mengubah Kehidupan Kita)
Penulis :Muhammad Yunus bersama Karl Weber
Alih Bahasa :Rani R. Moediarta
Penerbit :P enerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit :2008
Tebal :x vii + 261 halaman

Melalui buku ini, Muhammada Yunus- peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006 ingin menjelaskan bahwa melalui bisnis sosial semua orang mampu keluar dari kemiskinan. Bisnis sosial adalah suatu bisnis yang bertujuan tidak mencari keuntungan ( dividen) melainkan bertujuan sosial yaitu membantu mengentaskan kemiskinan.

Upaya itu diwujudkan Muhammad Yunus melalui bank yang didirikannya, Bank Grameen (grameen: desa). Melalui Bank Grameen, M. Yunus memberikan kredit mikro kepada rakyat kecil. Besarnya berkisar antara 30 – 40 dolar tanpa agunan dan bunga. Untuk bisa mendapatkan pinjaman seseorang harus memiliki kelompok kecil terdiri dari lima orang dan empat orang yang lain harus tahu saat seorang ingin mengajukan kredit mikro.

Dalam bab 3, dijelaskan bahwa Bank Grameen memiliki ketetapan yang harus dipahami tiap anggotanya. Semuanya terangkum dalam Enam Belas Keputusan:
1.Empat prinsip Bank Grameen-disiplin, persatuan, keberanian, dan kerja keras, harus dijalankan dan ditanamkan dalam setiap langkah kehidupan kita.
2.Kita harus menyejahterakan keluarga kita.
3.Kita tak akan hidup di rumah bobrok. Kita harus memperbaiki rumah dan berusaha mendirikan rumah baru sesegera mungkin.
4.Kita harus menanam sayuran sepanjang tahun. Kita harus makan banyak sayuran dan menjual kelebihannya.
5.Selama musim tanam, kita harus menanam sebanyak mungkin benih.
6.Kita harus merencanakan keluarga kecil. Kita harus meminimalkan pengeluaran. Kita harus mengutamakan kesehatan.
7.Kita harus menidik anak-anak dan memastikan mereka mampu membiayai pendidikan mereka.
8.Kita harus merawat anak-anakn danlingkungan agar selalu bersih.
9.Kita mesti membangun dan menggunakan WC.
10.Kita harus merebus air sebelum diminum atau menggunakan tawas untuk membersihkan air.
11.Kita tidak boleh mengambil mahar(maskawin) dari pernikahan putra kita;jangan pula memberi amhar apapun pada pernikahan putri kita. Kita harus menjaga pusat perkumpulan bebas dari kutukan mahar. Kita jangan melakukan pernikahan dini.
12.Kita tidak boleh menimbulkan ketidakadilan pada siapapun;kita pun jangan membiarkan siapapun melakukannya.
13.Untuk pendapatan lebih tinggi, kita secara kolektif harus melakukan investasi lebih besar.
14.Kita harus selalu siap membantu. Jika seseorang dalam kesulitan, kita semua harus membantu.
15.Jika kebetulan menemukan pelanggaran disiplin di pusta manapun, kita semua harus kesana dan membantu memulihkan kedisiplinan.
16.Kita harus sama-sama ambil bagian dalam semua aktivitas sosial.

Buku ini baik dan sangat menginspirasi pembacanya. Muhammad Yunus menyoroti kehidupan rakyat miskin di negaranya- Bangladesh, yang sangat banyak. Kelebihan lain yaitu, Muhammad Yunus tidak menyukai sisitem ekonomi yang ada karena hanya menggolongkan manusia sebagai buruh, bukan sebagai laki-laki atau perempuan. Dia juga mendeskripsikan orang miskin itu sebagai seseorang istimewa. Menurutnya orang miskin itu adalah orang bonsai. Benih mereka baik- baik saja. Hanya masyarakat tidak memberi dasar untuk tumbuh. Kita hanya perlu menciptakan lingkungan yang mendukung mereka demi mengentaskan orang melarat dari kemiskinan. (hal 61)

Sayangnya sebagai buku yang membahas permasalahan ekonomi, tidak ditemukan tabel ataupun diagram yang menunjukkan tentang membaiknya perekonomian Bangladesh sebelum dan sesudah Bank Grameen ada. Semuanya hanya dijelaskan secara verbal. Seaindainya dua hal tersebut disertakan pasti akan menjadi lebih baik.

Buku ini mengajarkan dan membuka mat kita tentang betapa buruknya perekonomian negara di dunia terutama negara berkembang. Hingga kebijakan ekonomi yang selama ini kita kenal ternyata begitu merugikan kaum papa. Kita akan tahu bagaimana suatu sisitem bernama IMF tidak memihak negara yang mendapatkan hibah dana.

Saat ini, kredit mikro telah diterapkan di banyak negara berkembang termasuk Indonesia. Secara mantap, Muhammad Yunus menjelaskan bahwa melalui sisitem kredit mikro, Bangladesh telah mengurangi masalah sosial seperti kemiskinan, buta huruf, angka kelahiran bayi, kesejahteraan rakyat. Menurutnya , Bangladesh sudah sangat siap mencapai Tujuan Pembangunan Milenium(Millenium Development Goals adalah janji yang diberikan negara maju kepada negara berkembang untuk keluar dari masalah sosial seperti kemiskinan yang harus dicapai sebelum tahun 2015).

Dari desa kecil di Bangladesh, Jobra- M. Yunus berhasil menyebarkan semangatnya untuk keluar dari kemiskinan kepada banyak orang di banyak negara melalui kredit mikro. Semangatnya tak pernah padam untuk Memusiumkan Kemiskinan. Dia berharap semua negara memiliki Musium Kemiskinan dan meletakkan kemiskinan disana. Begitu kemiskinan berlalu, kita perlu membangun musium untuk memperlihatkan kengeriannya bagi generasi mendatang. Mereka akan heran mengapa kemiskinan berlangsung begitu lama di masyarakat meanusoa- betapa segelintir manusia dapat hidup mwewah sementara miliaran lainnya bergulat dengan kesengsaraan, kekurangan, dan keputusasaan. (bab 11)

Kehadiran buku ini layak diapresiasi. Cocok dibaca untuk semua kalangan, terutama kalangan intelektual agar bisa terinspirasi dan menerapkan solusi mengentaskan kemiskinan. Sangat inspiratif, hebat dan yang pasti sudah selayaknya kita memusiumkan kemiskinan, cepat atau lambat!

****=worth to read!

Incoming search terms for the article:


Masa Depan Bumi di Tangan Kita

Posted: February 20th, 2009 | Author: efge | Filed under: Opini | Tags: , | 4 Comments »

Global Warming adalah peristiwa naiknya suhu rata-rata bumi dikarenakan efek rumah kaca(green house effect),dan menumpuknya gas-gas rumah kaca di atmosfer. Pembahasan mengenai masalah global warming sendiri sudah ada sejak seabad yang lalu. Tepatnya oleh ilmuwan Swedia,Svante Arrhenius. Dia menyatakan bahwa CO2 adalah gas yang dapat mengontrol suhu atmosfer. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa seiring perkembangan zaman kita harus mengahadapi kenyataan yang tidak menyenangkan ini. Dalam keadaan normal,cahaya matahari yang sampai ke bumi akan di pantulkan lagi ke angkasa melalui atmosfer,tapi kenyataannya gas-gas rumah kaca yang menumpuk di atmosfer;CO2,Metana,CFC,dan sebagainya menghambat proses itu sehingga bukan di teruskan ke angkasa tapi cahaya matahari tersebut kembali ke bumi,menciptakan efek umpan balik,dan sehingga suhu bumi ikut meningkat. Sehingga es di kutub mencair,perubahan iklim,dan iklim mulai kacau. Bahkan di beberapa negara yang memiliki permafrost(lapisan es abadi)akhir-akhir ini juga sudah mulai hilang. Kabar terakhir yang kita dapat adalah runtuhan es di kutub setara dengan 7 kali kota Manhattan di New York.

Di lain pihak,peningkatan penduduk bumi yang meningkat drastis menyebabkan manusia berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan hidupnya. Di awal tahun 1900-an penduduk bumi sekitar 1,5 milyar,tapi di tahun 2000-an jumlahnya meningkat drastis mencapai 4 kali lipat menjadi sekitar 6 milyar dan masih akan terus bertambah. Disaat yang sama bumi harus menyediakan kebutuhan mereka semua. Bahan bakar fosil yang berusia jutaan tahun,habis dalam tempo beberapa dekade saja. Terjadi kelangkaan energi,pangan yang terjadi dalam skala internasional.

Mempercayai Global Warming bukan karena Al Gore,wakil Presiden AS tahun 1992 yang sukses mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2007 dan Penghargaan Oscar karena kontribusinya terhadap lingkungan yang disalurkan melalui film dokumenternya “an inconvenient truth”. Bukan karena kita telah menandatangani Protokol Kyoto tahun 1997,bukan juga karena kita telah menjadi tuan rumah Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Bali pada Desember 2007 yang lalu (UNFCCC). Tapi lebih karena kajian permasalahan ini sudah ada seabad yang lalu. Dan juga karena ini adalah ulah kita. Jika kita tidak peduli,bagaimana nasib anak cucu kita. Akhir-akhir ini kita hanya merasakan “sedikit”dari dampaknya,lantas bagaimana dampaknya 50 tahun kedepan?.

Kita,tak terkecuali dan negara pesisir yang lain serta negara-negara berkembang lain,yang “hanya”sedikit berkontribusi pada Global Warming dibandingkan Eropa dan AS,yang akan menerima dampak yang paling parah. Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Sekarang bukan lagi saatnya mencari cari negara mana yang menyumbang emisi gas terbesar. Karena ini adalah Global Warming,bukan Local Warming. Jadi seluruh dunia adalah penyebabnya dan yang akan menerima dampaknya. Kita sendiri,Indonesia memiliki kontribusi yang besar terhadap permasalahan itu. Dulu kita adalah negara dengan hutan terluas nomor 2 didunia setelah Brasil. Tapi saat ini posisi prestige itu tergeser oleh Kongo karena illegal logging. Lagi-lagi karena ulah kita,manusia.

Saat ini sudah saatnya kita berperang melawan CO2 dan gas-gas rumah kaca yang lain. Karena masa depan bumi ada ditangan kita. Banyak cara bisa ditempuh. Melakukan langkah 3R(Reuse,Reduce,Recycle),memakai barang-barang hemat energi,dan menanam pohon,serta masih banyak cara yang lain lagi. Untuk yang terakhir disebutkan semua orang bisa melakukannya,asalkan ada kemauan. When there’s a will there’s a way. Pohon membutuhkan CO2 untuk memasak makanan. Tapi yang harus kita ketahui,pohon-pohon yang ada saat ini tidak akan tiba-tiba menjadi rakus karena banyak sekali CO2 yang bisa “dimakan”untuk proses fotosintesis yang hasilnya bisa kita nikmati semua,O2. Sudah ditentukan oleh Sang Pencipta berapa kadar CO2 yang bisa diambil oleh sebuah pohon untuk proses tersebut.

Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.

Tapi yang patut dicurigai adalah dibalik ilmuwan tersebut ada para pihak industri yang mendanai proyek mereka karena mereka tidak ingin mengurangi emisi gas CO2 nya karena itu akan sangat merugikan .

Melihat berbagai dampak yang ada apa iya kita masih memperdebatkan tentang kebenaran fenomena Global Warming,serta tentang siapa yang bersalah sebagai penghasil emisi gas-gas rumah kaca terbesar. Dari survei sederhana,beberapa kawan yang saya tanya mengenai apakah mereka percaya global warming dan alasan mengapa mereka percaya. Jawaban yang saya terima beragam. Mereka berpendapat bahwa suhu bumi lebih panas dari biasanya. Sebagai anak mudapun,mereka sepakat untuk menguranginya dengan cara mengurangi frekuensi pemakaian kendaraan bermotor,menggunakan barang-barang hemat energi,dan menggunakan energi dengan seefisien mungkin.

Kita semua adalah saudara. Bagian dari 6 Milyar lebih penduduk dunia ini,Bumi tercinta. Kita hanya punya satu bumi. Mari kita jaga!!!

Incoming search terms for the article: