MEMUSIUMKAN KEMISKINAN!

blog penulis

Judul :Creating World Without Poverty:How Social Business Can Transform Our Lives
(Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan: Bagaimana Bisnis Sosial Mengubah Kehidupan Kita)
Penulis :Muhammad Yunus bersama Karl Weber
Alih Bahasa :Rani R. Moediarta
Penerbit :P enerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit :2008
Tebal :x vii + 261 halaman

Melalui buku ini, Muhammada Yunus- peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006 ingin menjelaskan bahwa melalui bisnis sosial semua orang mampu keluar dari kemiskinan. Bisnis sosial adalah suatu bisnis yang bertujuan tidak mencari keuntungan ( dividen) melainkan bertujuan sosial yaitu membantu mengentaskan kemiskinan.

Upaya itu diwujudkan Muhammad Yunus melalui bank yang didirikannya, Bank Grameen (grameen: desa). Melalui Bank Grameen, M. Yunus memberikan kredit mikro kepada rakyat kecil. Besarnya berkisar antara 30 – 40 dolar tanpa agunan dan bunga. Untuk bisa mendapatkan pinjaman seseorang harus memiliki kelompok kecil terdiri dari lima orang dan empat orang yang lain harus tahu saat seorang ingin mengajukan kredit mikro.

Dalam bab 3, dijelaskan bahwa Bank Grameen memiliki ketetapan yang harus dipahami tiap anggotanya. Semuanya terangkum dalam Enam Belas Keputusan:
1.Empat prinsip Bank Grameen-disiplin, persatuan, keberanian, dan kerja keras, harus dijalankan dan ditanamkan dalam setiap langkah kehidupan kita.
2.Kita harus menyejahterakan keluarga kita.
3.Kita tak akan hidup di rumah bobrok. Kita harus memperbaiki rumah dan berusaha mendirikan rumah baru sesegera mungkin.
4.Kita harus menanam sayuran sepanjang tahun. Kita harus makan banyak sayuran dan menjual kelebihannya.
5.Selama musim tanam, kita harus menanam sebanyak mungkin benih.
6.Kita harus merencanakan keluarga kecil. Kita harus meminimalkan pengeluaran. Kita harus mengutamakan kesehatan.
7.Kita harus menidik anak-anak dan memastikan mereka mampu membiayai pendidikan mereka.
8.Kita harus merawat anak-anakn danlingkungan agar selalu bersih.
9.Kita mesti membangun dan menggunakan WC.
10.Kita harus merebus air sebelum diminum atau menggunakan tawas untuk membersihkan air.
11.Kita tidak boleh mengambil mahar(maskawin) dari pernikahan putra kita;jangan pula memberi amhar apapun pada pernikahan putri kita. Kita harus menjaga pusat perkumpulan bebas dari kutukan mahar. Kita jangan melakukan pernikahan dini.
12.Kita tidak boleh menimbulkan ketidakadilan pada siapapun;kita pun jangan membiarkan siapapun melakukannya.
13.Untuk pendapatan lebih tinggi, kita secara kolektif harus melakukan investasi lebih besar.
14.Kita harus selalu siap membantu. Jika seseorang dalam kesulitan, kita semua harus membantu.
15.Jika kebetulan menemukan pelanggaran disiplin di pusta manapun, kita semua harus kesana dan membantu memulihkan kedisiplinan.
16.Kita harus sama-sama ambil bagian dalam semua aktivitas sosial.

Buku ini baik dan sangat menginspirasi pembacanya. Muhammad Yunus menyoroti kehidupan rakyat miskin di negaranya- Bangladesh, yang sangat banyak. Kelebihan lain yaitu, Muhammad Yunus tidak menyukai sisitem ekonomi yang ada karena hanya menggolongkan manusia sebagai buruh, bukan sebagai laki-laki atau perempuan. Dia juga mendeskripsikan orang miskin itu sebagai seseorang istimewa. Menurutnya orang miskin itu adalah orang bonsai. Benih mereka baik- baik saja. Hanya masyarakat tidak memberi dasar untuk tumbuh. Kita hanya perlu menciptakan lingkungan yang mendukung mereka demi mengentaskan orang melarat dari kemiskinan. (hal 61)

Sayangnya sebagai buku yang membahas permasalahan ekonomi, tidak ditemukan tabel ataupun diagram yang menunjukkan tentang membaiknya perekonomian Bangladesh sebelum dan sesudah Bank Grameen ada. Semuanya hanya dijelaskan secara verbal. Seaindainya dua hal tersebut disertakan pasti akan menjadi lebih baik.

Buku ini mengajarkan dan membuka mat kita tentang betapa buruknya perekonomian negara di dunia terutama negara berkembang. Hingga kebijakan ekonomi yang selama ini kita kenal ternyata begitu merugikan kaum papa. Kita akan tahu bagaimana suatu sisitem bernama IMF tidak memihak negara yang mendapatkan hibah dana.

Saat ini, kredit mikro telah diterapkan di banyak negara berkembang termasuk Indonesia. Secara mantap, Muhammad Yunus menjelaskan bahwa melalui sisitem kredit mikro, Bangladesh telah mengurangi masalah sosial seperti kemiskinan, buta huruf, angka kelahiran bayi, kesejahteraan rakyat. Menurutnya , Bangladesh sudah sangat siap mencapai Tujuan Pembangunan Milenium(Millenium Development Goals adalah janji yang diberikan negara maju kepada negara berkembang untuk keluar dari masalah sosial seperti kemiskinan yang harus dicapai sebelum tahun 2015).

Dari desa kecil di Bangladesh, Jobra- M. Yunus berhasil menyebarkan semangatnya untuk keluar dari kemiskinan kepada banyak orang di banyak negara melalui kredit mikro. Semangatnya tak pernah padam untuk Memusiumkan Kemiskinan. Dia berharap semua negara memiliki Musium Kemiskinan dan meletakkan kemiskinan disana. Begitu kemiskinan berlalu, kita perlu membangun musium untuk memperlihatkan kengeriannya bagi generasi mendatang. Mereka akan heran mengapa kemiskinan berlangsung begitu lama di masyarakat meanusoa- betapa segelintir manusia dapat hidup mwewah sementara miliaran lainnya bergulat dengan kesengsaraan, kekurangan, dan keputusasaan. (bab 11)

Kehadiran buku ini layak diapresiasi. Cocok dibaca untuk semua kalangan, terutama kalangan intelektual agar bisa terinspirasi dan menerapkan solusi mengentaskan kemiskinan. Sangat inspiratif, hebat dan yang pasti sudah selayaknya kita memusiumkan kemiskinan, cepat atau lambat!

****=worth to read!

Tags:

Leave a Reply