<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kasus Deny Aryasa dan Perlindungan Budaya Indonesia</title>
	<atom:link href="http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/</link>
	<description>news - articles - hot info</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2009 03:21:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Batik, Wayang dan Keris &#124; blog@tmonadi</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-310</link>
		<dc:creator>Batik, Wayang dan Keris &#124; blog@tmonadi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-310</guid>
		<description>[...] Aprianto, Kasus Deny Aryasa dan Perlindungan Budaya Indonesia, [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Aprianto, Kasus Deny Aryasa dan Perlindungan Budaya Indonesia, [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: atmonadi</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-309</link>
		<dc:creator>atmonadi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 02:31:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-309</guid>
		<description>Barangkali perlu dilihat juga beberapa model perlindungan hak cipta yang baru seperti creatice common license yang sudah diterapkan dalam bisa teknologi informasi. Disini yang berlaku bukan sekadar klaim mengklaim ciptaan tapi penulisan sumber asl yang jelas dll. Saya justru lebih condng untuk melihat hak cipta atau pun paten itu dari segi  &quot;proses kreatif&quot; dan &quot;teknik produksinya&quot;. Jadi bukan semata-mata melindungi &quot;nama&quot; ataupun suatu entity yang sifatnya generik semisal &quot;batik&quot;, &quot;keris&quot; dll. Nanti mungkin saja akan ada &quot;keris&quot; made in Jepang seperti kita juga dapat membuat &quot;Samurai&quot; made in Cibatu. Apa yang dipatenkan tak lain adalah proses kreatifnya dan teknik produksinya bukan sekedar nama semata.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Barangkali perlu dilihat juga beberapa model perlindungan hak cipta yang baru seperti creatice common license yang sudah diterapkan dalam bisa teknologi informasi. Disini yang berlaku bukan sekadar klaim mengklaim ciptaan tapi penulisan sumber asl yang jelas dll. Saya justru lebih condng untuk melihat hak cipta atau pun paten itu dari segi  &#8220;proses kreatif&#8221; dan &#8220;teknik produksinya&#8221;. Jadi bukan semata-mata melindungi &#8220;nama&#8221; ataupun suatu entity yang sifatnya generik semisal &#8220;batik&#8221;, &#8220;keris&#8221; dll. Nanti mungkin saja akan ada &#8220;keris&#8221; made in Jepang seperti kita juga dapat membuat &#8220;Samurai&#8221; made in Cibatu. Apa yang dipatenkan tak lain adalah proses kreatifnya dan teknik produksinya bukan sekedar nama semata.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erick UBAYA</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-305</link>
		<dc:creator>erick UBAYA</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 13:38:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-305</guid>
		<description>ya ya untuk adriana....folklor bisa dicari dikantin ubaya dan mall mall sekitarnya........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya ya untuk adriana&#8230;.folklor bisa dicari dikantin ubaya dan mall mall sekitarnya&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adriana UBAYA</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-296</link>
		<dc:creator>adriana UBAYA</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 12:16:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-296</guid>
		<description>Adakah buku mengenai folklor yang bisa saya jadikan refrensi untuk tugas akhir saya?terima kasih atas perhatian dan bantuannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Adakah buku mengenai folklor yang bisa saya jadikan refrensi untuk tugas akhir saya?terima kasih atas perhatian dan bantuannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ardi UNPAM</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-249</link>
		<dc:creator>ardi UNPAM</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 15:47:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-249</guid>
		<description>Bagus...Banget , Tapi Bukan Pemerintah saja yang menangani ini, dari masyarakat juga harus tau tentang HAKI, Khsusnya Masyarakat lapisan bawah dan para pengrajin indonesia yang belum mengerti haki.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus&#8230;Banget , Tapi Bukan Pemerintah saja yang menangani ini, dari masyarakat juga harus tau tentang HAKI, Khsusnya Masyarakat lapisan bawah dan para pengrajin indonesia yang belum mengerti haki.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ardian bakhtiar</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-247</link>
		<dc:creator>ardian bakhtiar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 12:26:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-247</guid>
		<description>Thanks atas infonya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks atas infonya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: barus</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-147</link>
		<dc:creator>barus</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 11:32:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-147</guid>
		<description>saya sependapat dengan pernyataan anda, bahwa knyataanya sakarang banyak hasil karya masyarakat indonesia diklaim oleh pihak asaing sebagai hasil karya mereka, ini tentunya sangat merugikan kita selaku warga negara indonesia, dimana hasil karya cipt tradisional kita telah banyak menjadi milik pihak lain. kuranhnya sosialisasi pentingnya mendaftarkan hasil dari ide suatu masyarakat, walupun tidak ada kewajiban untuk itu oleh pemerintah menjadikan pengetahuan tradisonal menjadi sasaran empuk oleh orang lain. ini merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah, selaku pemilik dari folklor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sependapat dengan pernyataan anda, bahwa knyataanya sakarang banyak hasil karya masyarakat indonesia diklaim oleh pihak asaing sebagai hasil karya mereka, ini tentunya sangat merugikan kita selaku warga negara indonesia, dimana hasil karya cipt tradisional kita telah banyak menjadi milik pihak lain. kuranhnya sosialisasi pentingnya mendaftarkan hasil dari ide suatu masyarakat, walupun tidak ada kewajiban untuk itu oleh pemerintah menjadikan pengetahuan tradisonal menjadi sasaran empuk oleh orang lain. ini merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah, selaku pemilik dari folklor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bandi sujana</title>
		<link>http://kolumnis.com/2008/09/14/kasus-deny-aryasa-dan-perlindungan-budaya-indonesia/comment-page-1/#comment-135</link>
		<dc:creator>bandi sujana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 14:47:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kolumnis.com/?p=286#comment-135</guid>
		<description>saya sangat setuju dengan artikel anda, mengenai kebudayaan kita yang sedikit demi sedikit dicaplok oleh pihak asing (pribadi/golongan) akan sangat merugikan bangsa kita kedepannya. bagaimana dengan nasib penerus bangsa ini, bila kekayaan kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang dan yang saya anggap memiliki nilai nominal yang tidak terhingga telah habis dicaplok pihak asing. contohnya, bagaimana nasib para tukang batik di jawa bila motif batiknya telah diambil oleh pihak asing. melihat dari perkembangan perpolitikan di indonesia ini, para pemimpin-pemimpin indonesia lebih mementing kepentingan pribadi/golongan daripada keadaan rakyatnya atau bangsanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat setuju dengan artikel anda, mengenai kebudayaan kita yang sedikit demi sedikit dicaplok oleh pihak asing (pribadi/golongan) akan sangat merugikan bangsa kita kedepannya. bagaimana dengan nasib penerus bangsa ini, bila kekayaan kebudayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang dan yang saya anggap memiliki nilai nominal yang tidak terhingga telah habis dicaplok pihak asing. contohnya, bagaimana nasib para tukang batik di jawa bila motif batiknya telah diambil oleh pihak asing. melihat dari perkembangan perpolitikan di indonesia ini, para pemimpin-pemimpin indonesia lebih mementing kepentingan pribadi/golongan daripada keadaan rakyatnya atau bangsanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
