Menakar Janji Politik

By Heru Soetrisno at 9 August, 2008, 5:36 am

Hampir sebulan sudah, masa kampanye panjang menjelang Pemilu Legislatif 2009 berlangsung, keraguan bercampur ketidak tahuan menyebabkan terjadi perebutan nomor urut Calon Legislatif dalam tubuh 34 Partai Politik, perebutan tersebut berlangsung panas dalam 2 minggu terakhir ini. Antusiasme pendaftar untuk bernaung dibawah partai besar, juga ikut memperkeruh suasana, ada kekhawatiran bahwa sejumlah bakal Calon tidak akan terakomodir dalam Daftar Calon Tetap, ditambah dengan ambisi yang menggebuh untuk dapat mewakili Rakyat di Parlemen makin memperparah perseteruan diinternal Partai. Deal dan Intrik Politik menjadi lumrah, Taktik dan Strategi juga dipasang serta sejumlah Uang dan Kekuasaan ikut bermain, tidak terkecuali, Partai baru juga mengalami kondisi yang sama buruknya, babak ini akan berakhir seiring dengan dipublikasikannya Daftar Calon Tetap dari masing-masing Partai.

Tahap berikut adalah babak “menjajakan diri”, masing-masing Caleg bersama Partainya akan berdandan secantik mungkin, memasang semua atribut kampanye dari selebaran sampai baliho, iklan Caleg akan memenuhi seluruh Media, Media Cetak akan memampang potret diri para Caleg, Partai akan mendominasi iklan di Media Elektronik, semua menawarkan kemampuannya kepada Rakyat. Selama delapan bulan kedepan seluruh Caleg bersama Partainya akan menebar Janji, dari Janji sederhana tapi selalu sulit dilaksanakannya, seperti Pendidikan dan Kesehatan Gratis serta Lapangan Pekerjaan untuk Rakyat, sampai kepada Janji yang complicated sehingga ia sendiri terperosok kedalamnya, seperti Bersih dan Amanah jauh dari Korupsi-Kolusi-Nepotisme serta tidak terlibat Skandal.

Janji selama masa kampanye adalah Janji Politik, sebuah pernyataan yang mengimingi sehingga membuat konstituen terkesima dan jatuh dalam pelukan absurditas demokrasi. Janji Politik Calon Legislatif, seringkali membuai Rakyat, seolah-olah tidak akan ada lagi penderitaan, tidak akan ada lagi kebodohan dan kemiskinan, dengan Janji Politik Calon Legislatif, Rakyat merasa telah memasuki dunia yang baru, dunia penuh harapan dengan masa depan yang lebih baik.

Janji Politik adalah komoditi Pemilu dari waktu ke waktu, ia akan selalu hadir dalam setiap Kampanye, tanpa Janji Politik maka Kampanye menjadi hambar, tetapi Janji Politik jika tidak terpenuhi, akan membuat kehidupan Rakyat semakin pahit. Menakar Janji Politik Calon Anggota Legislatif bersama Partainya, sejatinya tidaklah terlalu sulit, karena ia bukan lagi wakil partai yang duduk di parlemen, ia adalah Sosok yang mewakili kepentingan seluruh Rakyat. Pembumian Janji Politik Anggota Legislatif, sangat tergantung dari Kejernihan Hati yang didasari pada Keluhuran Budi dan Keagungan Jiwa serta Ketulusan untuk mengabdi pada Rakyat, Bangsa dan Negara.

Categories : Opini
Heru Soetrisno

Heru Soetrisno , Planner yang jatuh hati pada penulisan Opini
Semua Tulisan Heru Soetrisno
Blog: http://lakemooat.blogspot.com



No comments yet.

Leave a comment

Note: This post is over 3 months old. You may want to check later in this blog to see if there is new information relevant to your comment.