How To Manage The Conflict
Oleh hadihartono • 5th Jul, 2008 • Kategori: Lain-lain •Dilihat:480 views •Kirim:
Email This Post
Jangan pernah katakan apa yang kamu pikirkan!
Tapi lakukan apa yang sudah kamu rencanakan…!!!!!!!
PENGERTIAN
Konflik adalah suatu kondisi terjadinya perbedaan pendapat, kepentingan, keinginan. kebutuhan, dan sejenisnya antara dua orang/kelompok atau lebih. Konflik berarti adanya perbedaan pilihan yang satu sama lain saling berseteru. Bisa dikatakan bahwa perbedaan menjadi penyebab konflik. Sehingga konflik menjadi kenyataan hidup yang pasti akan dan pernah di alami oleh setiap individu.
Di mana pun aktivitas kita, selalu dihadapkan pada beberapa pilihan yang berbeda. Perbedaan itu bisa disebabkan karena adanya perubahan dalam dinamika kehidupan. Perubahan akan menimbulkan ketidak pastian, keresahan, dan bahkan ketakutan. Perubahan merupakan tanah subur bagi tumbuhnya konflik. Konflik tidak berarti sebuah kondisi yang buruk, konflik bila dihadapi dengan bijaksana akan memberi manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Konflik semakin sering terjadi seirama dengan meningkatnya aktivitas kehidupan umat manusia. Baik dalam rumah tangga, lingkungan masyarakat, organisasi, dunia kerja, dunia usaha, terlebih dalam dunia politik.
Konflik ibarat hantu jeruk purut, tidak terlihat tapi kenyataannya ada. He..he..!
JENIS KONFLIK
Ada beberapa jenis konflik yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari di antaranya;
Konflik Diri
Gangguan emosi yang terjadi dalam diri seseorang karena adanya tuntutan, keinginan, kebutuhan, harapan, pengalaman, dan seterusnya.
Konflik Antar Individu
Muncul karena setiap individu mempunyai kebutuhan dasar psikologis antara lain; harga diri, kekuasaan, dan konsistensi.
Konflik Antar Kelompok
Konflik yang paling rumit karena melibatkan banyak orang walau pun berawal dari konflik antar individu yang berbeda kelompok.
GAYA MANAJEMEN KONFLIK
Umumnya pendekatan dalam manajemen konflik terbagi dalam 5 gaya antara lain; kolaborasi, dominasi, mengikuti, menghindari, dan kompromi. Kelima gaya manajemen tersebut belum tentu efektif dalam setiap situasi konflik.
1. Kolaborasi
Gaya menangani konflik dengan win win solution (sama-sama menang). Gaya ini memotivasi kita untuk lebih kreatif. Kelebihan gaya ini kita didorong untuk mempertimbangkan berbagai alternatif. Semua pihak terkait untuk memberikan informasi dan perspektif.
2. Mengikuti
Gaya ini memandang orang lain lebih tinggi dan menilai rendah pada diri sendiri. Bila digunakan efektif, maka gaya ini dapat memelihara hubungan baik dengan pihak lain. Tapi gaya ini memungkinkan pihak lain menganggap enteng bahwa kita bersikap “Saya ikuti apa pun yang anda inginkan”.
3. Dominasi
Gaya ini kebalikan dari gaya mengikuti. Gaya dominasi lebih menonjolkan kemauan dan kepentingan diri sendiri. Gaya ini hanya efektif digunakan bila kita mempunyai hak dan kekuasaan yang dibarengi tingkat leadership yang tinggi. Jika tidak, maka reaksi yang timbul akan berakibat fatal. Gaya ini tercermin dalam sikap otoriter atau dalam istilah “Lebih baik menembak, dari pada harus tertembak”.
4. Menghindar
Gaya ini bisa menjengkelkan pihak lain karena harus menunggu lama untuk mendapatkan kepastian. Menghindar berarti mengulur-ulur waktu. Gaya ini harus digunakan dengan bijaksana jika kita belum siap untuk memberi kepastian. Gaya ini hanya bisa dilakukan untuk sementara waktu. Sambil mencari jalan keluar yang baik untuk memberi kepastian dalam penyelesaian konflik. Karena konflik umumnya tidak lenyap karena waktu.
5. Kompromi
Gaya ini berorientasi pada jalan tengah. Keahlian bernegosiasi sangat dibutuhkan dalam menggunakan gaya kompromi. Gaya ini efektif bila pihak yang terlibat memiliki hak dan kekuasaan serta memiliki plus minus yang sama.
MENJADI MEDIATOR KONFLIK
Bila konflik tak kunjung selesai, biasanya menggunakan pihak ketiga sebagai juru runding atau juga bisa disebut mediator. Menjadi mediator konflik, bukanlah pekerjaan yang gampang. Bisa saja, bila keputusannya tidak mampu memuaskan pihak-pihak yang bertikai akan menjadi sasaran tembak.
5 Langkah yang perlu diperhatikan bagi mediator konflik adalah ;
Susun aturan main
Kumpulkan data
Rumuskan kembali permasalahan
Tawarkan alternatif keputusan/pemecahan masalah
Cari kesepakatan dan sebarluaskan hasilnya
REKOMENDASI
Untuk dapat menangani konflik secara efektif, maka perlu menguasai beberapa hal berikut ini;
Memahami faktor penting yang mendorong pihak lain mau melakukan kerjasama.
Menyelaraskan tanggung jawab dengan kepentingan pihak lain.
Melatih diri untuk persiapan dalam berinteraksi dengan pihak lain..
Meningkatkan ketrampilan bermusyawarah dalam menghadapi setiap tantangan
4 keahlian tersebut dapat ditentukan oleh faktor berikut ini;
Inisiatif untuk terus belajar meningkatkan keterampilan diri
Fleksibilitas gaya
Kemampuan mendengarkan pendapat pihak lain dan memberikan umpan balik
Sikap positif dalam menghadapi perubahan
Kita mungkin tidak dapat mengatasi semua konflik. Tetapi satu hal yang mesti kita kendalikan yakni pendekatan dan sikap dalam menghadapi suatu keadaan. Carilah persamaannya dan buatlah kesepakatan sebagai langkah awal sukses menangani konflik. Terima kasih.
artikel ini diposting juga di ; http://www.hadihartono.tk
Artikel Terkait:Post-Plugin Library missing
hadihartono ,
Email Penulis | Semua Tulisan hadihartono
Website: http://hadihartono.tk


