Resensi Buku: Cara Gila Jadi Pengusaha
Posted: July 2nd, 2008 | Author: hadihartono | Filed under: Resensi Buku | Tags: franschise, waralaba | 7 Comments »Buku Cara Gila Jadi Pengusaha yang ditulis Purdi E. Chandra, seorang pengusaha sukses di bidang pendidikan luar sekolah – sangat menarik untuk dibaca. Mampu menularkan virus kewirausahaan sesuai dengan sub judulnya Virus Entrepreneur Jadi Pengusaha Sukses. Cover depan buku ini sangat menarik sehingga peresensi tergugah untuk membeli dan membaca. Ternyata pembahasannya nyaris sama dengan buku Purdi yang berjudul Menjadi Entrepreneur Sukses (Grasindo, Jakarta, cetakan ke-enam, April 2005). Hanya beberapa sub bagian saja yang mengalami perubahan. Plus mendapatkan bonus DVD seminar Cara Gila Jadi Pengusaha.
Selain itu, yang mengalami perubahan adalah foto Purdi pada desain cover depan. Purdi. Pada buku terdahulu, Purdi mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi.. Struktur buku terdiri dari 80 sub bagian yang dikelompokan menjadi 7 bagian. Pada cover buku yang sekarang, foto Purdi nampak lebih muda mengenakan kemeja batik lengan pendek bermotif bunga-bunga kecil yang peresensi tidak tahu nama bunganya. Struktur buku terdiri dari 76 sub bagian yang dikelompokan menjadi 8 bagian.
Sebagai bahan perbandingan, pada buku terdahulu bagian-bagianya yaitu ;
- Berani Modal Awal Entrepreneur
- Menjadi Entrepreneur Bagaimana?
- Pentingnya Kecerdasan Emosi
- Gaya Kepemimpinan Entrepreneur
- Intuisi Itu Perlu
- Mempelajari Pengalaman Entrepreneur Lain
- Entrepreneur University
Sedangkan pada buku yang sekarang bagiannya terdiri dari;
- Modal Jadi Entrepreneur Itu Cuma Berani dan Mimpi
- Ini Caranya Jadi Entrepreneur!
- Kecerdasan Emosional Penting Penting bagi Entrepreneur
- Gaya Memimpin Seorang Entrepreneur
- Jalur Cepat Jadi Entrepreneur Sukses
- Hati Nurani dan Intuisi sang Entrepreneur
- Apa yang Kita Pelajari dari Mereka?
- Entrepreneur adalah Soko Guru Perekonomian
Niat Purdi menerbitkan buku Cara Gila Jadi Pengusaha ini sangat mulya dan patut diacungkan dua jempol. Seperti yang ditulis dalam kata pengantar yang diberi judul Entrepreneur; Virus Maut, Cepat Menular, Bikin Pengidapnya “Gila”. Waspadalah!, sebuah kata pengantar yang sangat kontraversial tapi bernilai jual. Penulisnya memang piawai dalam membaca tren perbukuan, dan potensi pasar pembaca yang cenderung memilih buku dengan judul kontraversial.
Menurut Purdi, selain keberanian seorang entrepreneur modalnya adalah mimpi. Hal itu tertuang pada bagian satu yang berjudul Modal entrepreneur itu cuma berani dan mimpi! Keberanian seorang entrepreneur memang melekat pada diri penulis buku ini. Berani menjual produk lama dengan tampilan kemasan baru yang didesain sedemikian rupa sehingga memiliki daya pikat yang dahsyat. Menghilangkan enam sub bagian berikut; Jadi Pengusaha Tanpa Gelar, Tanpa Ujian Tanpa Nilai, Diwisuda setelah Jadi Pengusaha, Praktek Mancing Praktik Bisnis, Dari Pengusaha Sampai Raja Tempe, dan sub bagian Bisnis Belum Dianggap Bekerja.
Plus hanya menambah dua komponen pembahasan baru diantaranya pada; sub bagian 64- Dengan Otak Kanan Mengubah Musibah Jadi Barokah, dan sub bagian 76 – Yuk Menjual Perusahaan! Meraih Mimpi Bersama-Berkali-kali. Peresensi punya keyakinan “virus” ini-demikian Purdi memberikan istilah pada ilmu entrepreneurnya, akan menjadi buku best seller.
Kaum perempuan boleh berbangga hati bila membaca halaman 61 yang membahas, entrepreneur wanita memiliki banyak kelebihan karena ‘kewanitaannya’. Lebih luwes dan fleksibel, dan intuisi bisnisnya lebih peka. Penulis buku ini menyebutkan contoh wanita entrepreneur sukses seperti; Dr. Martha Tilaar, Moeryati Soedibyo, Poppy Dharsono, Dewi Motik, dan Nyonya Suharti. Apalagi dipertegas dengan pendapat Candida G. Brush, seorang professor assistant dari Management Police of Boston University,”entrepreneur wanita lebih kooperatif, informal, dan lebih mudah membangun kesepakatan dengan pihak lain. Sebaliknya entrepreneur laki-laki cenderung lebih kompetitif, lebih terkesan formal, dan lebih suka terkesan sistematik”.
Sebagai seorang entrepreneur, pertimbangan intuisi dalam mengambil keputusan juga sangat penting. Purdi mencontohkan saat akan membuka cabang perusahaannya di Solo, mobil yang mengangkut perlengkapan menabrak pohon. Beberapa rekan menyarankan untuk menunda pembukaan cabang di Solo dengan pertimbangan belum mulai usaha sudah mendapatkan musibah. Tetapi Purdi memiliki pertimbangan lain untuk melanjutkan, merubah mind set tahayaul yang sudah mendarah daging menjadikannya hikmah. Mungkin peristiwa ini sebagai tebusan yang mahal untuk kemajuan perusahaan. Terbukti kemudian, cabang Solo memiliki 10 outlet dengan siswa bimbingan belajar paling banyak. Lihat sub bagian 64- Dengan Otak Kanan Mengubah Musibah Jadi barokah (halaman 188-190).
Pada bagian lain di halaman 177, dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu Purdi menyarankan untuk melakukan Jamming. Seperti kutipan pendapat Tom Peter, “perubahan yang serba cepat dan cenderung kacau itu pertanda zaman edan.” Jadi sangatlah wajar manakala buku ini diberi judul Cara Gila Jadi Pengusaha. Dengan begitu kita sebagai entrepreneur akan lebih siap menghadapi perubahan, dan akan lebih siap lagi mengatasi krisis, jika kita berhasil melakukan Jamming, tulisnya. Jamming itu identik dengan improvisasi yang dapat memunculkan ide-ide bisnis yang kratif dan inovatif.
Pada sub bagian terakhir dari halaman 228 – 231, Purdi mengajak pembaca untuk menjual perusahaan . “Yuk! Menjual Perusahaan! Meraih Mimpi Bersama, Berkali-kali,” demikian sub bagian akhir diberinya judul. Ooops…nanti dulu, yang dimaksud menjual perusahaan menurut Purdi, menjual perusahaan secara franchise. “Ini yang disebut menjual perusahaan berkali-kali,”tulisnnya. Seperti yang dilakukannya menjual Primagama secara franchise yang kini sudah menggurita menjadi 600 cabang.
Di lembaran terakhir terdapat brosur Entrepreneur University, sekolah bagi semua yang ingin menjadi pengusaha. Sekali dayung – berkali-kali pulau terlampaui. He…he…he..!!!
Good Luck…… Mr. Purdi!
*** Hadi Hartono,
Incoming search terms for the article:
- cara gila jadi pengusaha
- RESENSI BUKU
- cara cepat jadi pengusaha
- pengusaha gila
- buku cara gila jadi pengusaha
- resensi novel 2008
- cara gila jadi pebisnis
- cara gila menjadi pengusaha
- resensi buku baru
- kiat kiat pendapat pengusaha yang sukses
kenapa judulnya harus cara gila jadi pengusaha?
kenapa tidak cara untuk jadi pengusaha sukses…….
Saya suka judul ini, karena seringkali ingin jadi wirausaha kebanyakan mikir, dan terus berfikir, tidak pernah ada “action”, makanya judulnya “cara gila” biar langsung ambil tindakan.
paCamat´s last blog post..Modus Penipuan Promo Carrefour
yang jelas saya sangat suka sekali denga buku ini. dan pada saat kondisi bisnis saya sedang terpuruk buku inilah yang memberikan inspirasi bagi saya. dan alhamdulillah sekarang semuanya telah stabil kembali.
wek…good…good…..
thank’s to mr hadi
kebetulan yang ga ngerti kebetulan ato gak,,,,,beberapa hari setelah saya baca judul resensi ini disini, rasanya pengen bgt baca bukunya,,,,malah baru kemarin saya baca dikoran “kaltim post” ada iklan ttg seminar cara gila jadi pengusaha ini,,,,kayaknya keren deh,,,hehehe,,,,,mgkin saya ada naluri ke sono.mudah2an ga nyasar…..
Tlng Ksih Download,,Gue Malas bca klo Ndek warnetttttttttt
Inilah..!! satu lagi Calon Pengusaha Sukses Mau Bergabung..!!!