Strategi Bersaing

Oleh Gilang Perkasa • 28th Apr, 2008 • Kategori: Opini •Dilihat:258 views •Kirim:Email This Post Email This Post

Hiduplah di antara srigala-srigala,

niscaya kau akan bisa mengaum,

aauuuuummmmm!!

Competitive Advantage

Bila organisasi ingin menjadi besar, modern, dinamis, dan diperhitungkan sebagai organisasi yang terdepan.. Maka yang harus dibangun adalah membangkitkan motivasi kader dalam setiap aktivitas organisasi. Sehingga memiliki kinerja yang tinggi dalam membangun organisasi.

Ciri-ciri organisasi terbaik; mempunyai ideologi, mempunyai visi dan misi, mempunyai rencana strategis. Selain itu organisasi harus memiliki keunggulan bersaing atau Competitive Advantages (CA) yakni; harus berada di atas organisasi lain, harus berada di atas harapan stakeholder, dan harus memperbaiki CA setiap saat.

Penjabarannya adalah organisasi harus memenuhi criteria berikut ini;

1. Ideologi; organisasi harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran yang menjadi keyakinannya.

2. Visi; pandangan jauh ke depan dalam mencapai cita-cita

3. Misi; orientasi dalam menjalani aktivitas untuk mewujudkan cita-cita.

4. Rencana Strategis; program jangka panjang, menengah, dan jangka pendek

5. Di atas organisasi lain; baik dalam program mau pun prestasi

6. Di atas harapan stakeholder; memenuhi keinginan masyarakat

7. Perbaiki CA; introspeksi untuk perbaikan dari hari ke hari

Critical Problems dan 3 Re

Masalah-masalah kritis akan menyebabkan menurunnya CA, yang dapat menjadi penghalang dalam mencapai tujuan-tujuannya. Masalah kritis tersebut diantaranya;

1. Inkonsistensi

2. Ketinggalan dalam kemampuan Inovasi

3. Minimnya sumber dana

4. Partisipasi yang rendah

5. Kurang focus

6. Keterbatasan sumber daya

7. dan lain-lain

Hal tersebut menunjukan kinerja yang buruk. Bila kader berkinerja buruk, maka secara otomatis kinerja organisasi akan menjadi buruk Tentunya perlu antisipasi secara cerdas melalui penyempurnaan kinerja yang disebut dengan program perubahan dan pembaharuan dengan konsep 3 Re, yaitu;

1. Re-Engineering; memikirkan dan mendesain kembali cara mengelola organisasinya.

2. Re-Inventing; mencari ide baru mengenai berbagai aktivitas

3. Result Program; berorientasi pada hasil yang hendak dicapai

Program perubahan dan pembaharuan ini perlu dilakukan secara terus menerus untuk menghasilkan kinerja yang baik. Kinerja yang baik akan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari semua pihak.

Otot Kawat Tulang Besi

Organisasi apa pun membutuhkan kader dan kader membutuhkan organisasi. Tidak ada organisasi tanpa kader dan tidak ada kader tanpa organisasi. Kekuatan organisasi terletak pada kwalitas kader. Karena fungsi kader sebagai mata, otot, dan tulang punggung organisasi.

Untuk menjalankan fungsinya, maka setiap kader harus mendapat gemblengan di kawah candradimuka-nya organisasi. Agar setiap kader memiliki mata elang, otot kawat, dan tulang besi. Sehingga dapat survive dalam menghadapi sistuasi dan kondisi seperti apa pun. Semua itu hanya dapat dilakukan melalui kaderisasi dengan proses learning by doing.

Selain itu prasyarat untuk menjadi kader yang handal harus;

1. Menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran

2. Memiliki kemampuan dan keterampilan berorganisasi

3. Memiliki kesadaran dan militansi dalam menumbuh kembangkan sumber daya organisasi

4. Kritis dan tanggap terhadap situasi yang berkembang

5. Patuh terhadap keputusan organisasi

6. Memiliki keunggulan dalam moralitas

7. Menjadi sumber kearifan

8. Menjadi sumber ilmu pengetahuan

9. Mampu mengkomunikasikan ilmu pengetahuan, kearifan, dan nilai-nilai kebenaran.

Pengenalan Lingkungan

Organisasi akan dihadapkan pada 2 (dua) lingkungan yaitu; lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Kedua lingkungan yang kita hadapi ini baik secara langsung mau pun tidak langsung akan mempengaruhi kinerja organisasi. Sehingga kita perlu mengenal kedua lingkungan tersebut dengan cara melakukan pemetaan (mapping).

Pemetaan Internal Organisasi

1. Sejarah organisasi

2. Aktivitas organisasi

3. Eksistensi Organisasi

4. Dana Organisasi

5. Kondisi sosial ekonomi pengurus dan kader

6. Manajemen Konflik

7. Pola interaksi structural / kader

8. Sistem informasi dan komunikasi organisasi

Pemetaan Eksternal

1. Kekuatan pesaing

2. Kelemahan Pesaing

3. Kondisi Lingkungan Sekitar

4. Kondisi Politik Negara

Catan Akhir

Kaderisasi yang baik adalah ketika selesai dari kawah candradimuka, maka harus dilakukan follow up untuk mendapatkan pendalaman materi dan penambahan wawasan, seperti yang dilakukan saat ini. Sebab dalam training hanya beberapa hari, tidak cukup untuk menggembleng, mengasah, dan mempertajam kemampuan kader. Sebagai catatan akhir, saya akan mengutip “catatan pada satu malam dingin hingga masuk angin” yang di ambil dari Buku Dee, Supernova Akar Edisi Kedua;

Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan

Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam

Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada

Ajarkan aku,

Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap

Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut

Bangun dari Ilusi namun tak memilih pergi

Tunggu aku,

Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu

Hiduplah di antara srigala-srigala,

niscaya kau akan bisa mengaum,

aauuuuummmmm!!

Artikel Terkait:

Bookmark this article! [?]

BlinkbitsBlinkListsBlogLinesBlogmarksBuddymarksCiteULikeCo.mmentsDel.icio.usDiggDiigo

FarkFeed Me LinksFurlGoogleLinkagogoma.gnoliaNetvouzNewsvinePropellerRawsugar

RedditRojoSimpySphinnSpurlSquidooStumbleUponTailrankTechnoratiYahoo

Tagged as: ,

Gilang Perkasa ,
Email Penulis | Semua Tulisan Gilang Perkasa
Website:

1 Komentar »

  1. hmmh…. mengaum yaaaaaaaaaa?!! thanks 4 ur article

Tanggapi artikel ini

Note: This post is over 2 months old. You may want to check later in this blog to see if there is new information relevant to your comment.