Simbol dan Sebuah Lelucon
Oleh Ilhamdi • 7th Feb, 2008 • Kategori: Opini •Dilihat:240 views •Kirim:
Email This Post
Simbol sebagian dianggap sebagai sebuah lambang.Ada yang percaya atau pun tidak.Setidaknya hal itu bisa dijadikan sebagai proses saling menghargai.Ada simbol bagi orang yang sedang ingin menyatakan rasa cintanya dengan memberikan bunga atau kaos bertuilskan “i love you”.Ada orang memberikan simbol dengan megangkat jari tengahnya sebagai tanda sebuah sikap emosional,atau ada juga simbol yang dilakukan secara verbal yaitu bisa dilakukan dengan ungkapan yang dianggap tidak sopan.
Ada yang menarik setelah apa yang saya lihat saat pertandingan pertama semifinal pertama liga Indonesia dimana psms medan bertemu persipura.Seblum pertandinga panpel mengadakan waktu sekitar bberapa detik untuk mengheningkan cipta untuk mediang Almarhum Soeharto.Pemain psms pun memberikan sebuah simbol dengan menggunakan ban hitam entah itu ada ditangan atau pergelangan tangan mereka.Yang unik justru persipura sepanjang yang saya lihat tak ada satu pemain pun yang menggunakan balutan hitam yang melingkar di lengan mereka sebagai sebuah simbol untuk menghormati (Alm) Soeharto yang meninggal.
Apakah karena sebagai pemain mereka berkulit hitam jadi tidak perlu menggunakannya?Ternyata tidak juga Jendry Pitoy dan Beto yang berkulit putih pun tidak menggunakannya.Yang unik hanya satu pemain dari persipura yang saya lihat menggunakan ban hitam yaitu seorang pemain muda Irfan bachtiar.Adakah ini sebagai bentuk rasa sosialisasi mereka karena pak Harto dianggap menelentarkan Papua atau lebih dikenal dengan nama Irian semasa Pak Harto berkuasa.?Dalam hal ini saya tidak menganggap pemain persipura bersalah karena tidak menggunakan simbol ban hitam di lengan mereka,toh pada dasanya mereka sudah menggenakan simbol dengan ikut mengheningkan cipta sesaat sebelum pertandingan.
Akhirnya setelah selesai menyaksikan pertandingan yang dimenangkan psms medan imajinasi saya muncul dalam bentuk sebuah joke kecil.
“Mungkin pemain persipura menganggap kulit mereka yang rata-rata hitam sudah mewakili rasa turut berduka cita mereka.dan akhirnya mereka kalah oleh karena sebuah simbol yang digunakan untuk menghormati seseorang yang dianggap sebagaian orang telah berjasa kepada Indonesia”.
Nb: Tulisan ini tidak bermaksud untuk rasis ( karena kulit saya ( yang menulis) ini juga hitam) dan tidak ada unsur pelecehan untuk siapa pun .Cerita ini hanya sekedar lelucon dan hanya opini singkat belaka.Silakan diterjemahkan melalui persepsi masing-masing.
Artikel Terkait:Ilhamdi , saya hanya seorang mahasiswa yang sedang berjuang dengan kehidupan akademiknya dan juga terus - menerus ingin menulis
Email Penulis | Semua Tulisan Ilhamdi
Website:
