Kejarlah Malaysia
Oleh Irman N. • 4th Feb, 2008 • Kategori: Opini •Dilihat:291 views •Kirim:
Email This Post
Ketika orang-orang ramai-ramai protes soal Malaysia yang menggunakan lagu “rasa sayange” sebagai maskot mereka, saya tertegun ketika melewati bundaran BI di Thamrin…dengan gagah disana ada patung kereta perang yang diambil dari cerita Bharatayuda. Saya langsung ingat wahana Rama Shinta di Ancol. Lha kenapa ada budaya India disini? Syukurlah sementara ini tak ada orang India marah-marah ke Indonesia.
Kalau anda lihat di Singapur dan Thailand, mereka menganggap kalau bunga Anggrek adalah bunga nasional mereka. Singapore Airlines dengan bangga menyatakan kalau Kris adalah senjata warisan nenek moyang yang menjadi nama program Frequent Flyer mereka, Krisflyer. Pramugari Malaysia dan Singapur pun memakai batik. Waktu bertemu kawan orang Malaysia, dengan bangga dia berkata kalau dia adalah suku Mandailing, dan istrinya suku Jawa. Lha pak cik bukan orang asli sini yah? bukan, orang Melayu sini datang dari Indonesia. Kami sebut orang pribumi sini adalah “Orang Asli”. Kamu bisa lihat Musium Orang Asli di K-L, mirip orang Dayak. Lha…sekali lagi saya kecele. Lebih kecele lagi waktu melihat sinetron Indonesia berbahasa Melayu di TV, juga ringertone HP dengan lagu Indonesia. Jangan kaget pula dengar lagu Indonesia di pusat keramaian mereka. Kelihatan mereka tak terlalu peduli dengan segala budaya Indonesia yang masuk ke sana..dari segi positif dan negatif. Justru mereka paling semangat kalau bicara soal Singapura, yang bagi mereka saingan yang harus dikalahkan. Mereka percaya kalau Malaysia harus lebih baik dari Singapura dari mulai kecantikan wanitanya sampai kemajuan negerinya. Ini yang membuat saya lebih tertarik juga. Kenapa?
Dari pengamatan sederhana saya bertemu dengan teman dari Jepang, Korea, Cina, Malaysia dan Singapur, rakyat negara maju di Asia ternyata punya “musuh bersama”. Orang Jepang punya semangat kalau Jepang harus bisa mengalahkan Amerika. Ini doktrin dari kecil di rumah dan sekolah karena kepedihan kalah perang dari Paman Sam. Jepang pun berhasil “menaklukkan Amerika”. Toyota, Sony, Honda dkk menjadi momok di Amerika. Jangan lupa Jepang pernah menjajah Korea dan Cina. Kalau kita lihat betapa sampai sekarang semangat anti Jepang masih banyak di Cina dan Korea, mereka punya doktrin kuat, tak mau kalah dan harus menang terhadap Jepang. Samsung pun menghajar Sony cs. Barang Cina merajalela di pasar domestik Jepang. Jepang pun keteteran.
Jelas bahwa Jepang, Korea, Cina, dan saya kira Amerika ketika merdeka punya semangat kuat mengalahkan Inggris yang menjajah mereka, Malaysia dan Singapura punya kesamaan: menjadi maju dan lebih baik dari “musuh bersama”. Mereka lupakan dulu hal kecil, dan fokus untuk maju terus mengalahkan “musuh” dengan usaha keras dan nyata.
Saya usulkan kita semua sekarang untuk mempunyai doktrin kalahkan Malaysia dengan kemajuan teknologi dan kemakmuran kita. Kalau kita merasa dijajah Malaysia dari soal lagu, tari, rumah sakit, pendidikan, illegal logging, pelecehan TKI dsb, kenapa kita tak melawan balik dengan dengan memenangkan perang ekonomi?
Artikel Terkait:Irman N. , kerja di swasta dan selalu ingin berkomentar soal kehidupan sehari-hari.
Email Penulis | Semua Tulisan Irman N.
Website:
