Inisiatif e-Learning

Oleh Harry B. Santoso • 14th Jan, 2008 • Kategori: Harry B. Santoso, Kolom •Dilihat:663 views •Kirim:Email This Post Email This Post

Dulu mungkin kita berpikir bahwa kegiatan belajar mengajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana dosen mengajar di depan kelas sambil sesekali menulis materi pelajaran di papan tulis. Beberapa puluh tahun yang lalu pun juga telah dikenal pendidikan jarak jauh. Walaupun dengan mekanisme yang boleh dibilang cukup ‘sederhana’ untuk ukuran sekarang. Namun saat itu metode tersebut sudah dapat membantu orang-orang untuk mengenyam pendidikan tanpa terhalang kendala geografis. Kita akui, sejak ditemukannya teknologi Internet, hampir ‘segalanya’ menjadi mungkin. Kini kita dapat belajar tak hanya kapan saja, tetapi sekaligus dimana saja dengan fasilitas sistem e-Learning yang ada.

Beberapa istilah yang seringkali dikaitkan dengan e-Learning adalah Distance Learning dan Distance Education. Tak jarang terjadi tumpang tindih dalam penggunaan istilah tersebut. Istilah Distance Learning dan Distance Education sebenarnya lebih menekankan pada adanya perbedaan jarak antara pengajar dan pemelajar. Distance Learning merupakan metode penyampaian instruksional yang tidak mengharuskan siswa untuk hadir secara fisik pada tempat yang sama dengan pengajar (Ornager, UNESCO, 2003). Distance Education, yaitu model atau program pemelajaran dimana siswa berada di rumah atau kantor dan berkomunikasi dengan pengajar maupun dengan sesama siswa melalui e-mail, forum diskusi elektronik, video-conference, serta bentuk komunikasi lain yang berbasis komputer (Webopedia, 2003).

E-Learning adalah istilah yang paling umum digunakan, yaitu proses belajar yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan TIK (Martin Jenkins & Janet Hanson, Generic Center, 2003). Istilah e-Learning tidak hanya hanya dapat digunakan untuk pemelajaran yang menggunakan variabel jarak atau perbedaan geografis antara siswa dan pengajar, namun dapat pula digunakan untuk menyebut proses pemelajaran yang menggunakan setiap bentuk media elektronik.

Dari segi infrastruktur, bila yang kita butuhkan dari sistem e-Learning adalah sebatas aplikasi tutorial yang cukup kita install per komputer, kita hanya perlu komputer yang stand alone. Sebaliknya bila sistem yang kita inginkan benar-benar punya akses kapan saja dan dimana saja, maka kita butuh infrastruktur Internet, entah wireless maupun tidak. Karakteristik sistem yang terakhir ini biasa disebut e-Learning berbasis web.

Dari beberapa sistem e-Learning yang dikembangkan, secara umum kita dapat membagi menjadi dua kelompok berdasarkan sifat interaktivitasnya. Sistem pertama bersifat statis. Pengguna sistem ini hanya dapat men-download materi ajar yang diperlukan. Sedangkan dari sisi administrator, ia hanya dapat meng-upload materi ajar. Pada sistem ini memang suasana belajar yang sebenarnya tak dapat dihadirkan, misalnya jalinan komunikasi. Sistem ini cukup berguna bagi mereka yang mampu belajar otodidak dari sumber-sumber bacaan yang disediakan dalam sistem ini, baik yang berformat teks, HTML, PowerPoint, PDF, audio maupun yang berupa video. Kalaupun digunakan, sistem ini berfungsi untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar yang dilakukan secara tatap muka di kelas.

Sistem kedua bersifat dinamis. Fasilitas yang ada pada sistem ini lebih bervariasi dari apa yang ditawarkan sistem pertama. Pada sistem kedua ini, fasilitas seperti forum diskusi, chat, e-mail, alat bantu evaluasi pemelajaran, manajemen pengguna, serta manajemen materi digital sudah tersedia. Sehingga pengguna mampu belajar dalam lingkungan belajar yang tidak jauh berbeda dengan suasana sebagaimana pemelajaran konvensional. Sistem ini dapat digunakan untuk membantu proses transformasi paradigma pemelajaran dari teacher-centered menuju student-centered. Bukan lagi pengajar yang aktif memberikan materi atau meminta mahasiswa bertanya mengenai sesuatu yang belum dipahami, tetapi disini mahasiswa difasilitasi untuk belajar secara kritis dan aktif. Sistem e-Learning yang dikembangkan dapat menggunakan pendekatan metode belajar kolaboratif (collaborative learning) maupun belajar dari proses memecahkan permasalahan yang disodorkan (problem-based learning).

Geliat Perkembangan di Tanah Air

Adapun dari segi perkembangan maupun penggunaan, memang kita kalah ‘cepat’ dengan apa yang telah dicapai di luar negeri. Hal tersebut tak dapat dipungkiri mengingat berbagai kendala yang kita hadapi di dalam negeri, salah satunya adalah masalah keterbatasan infrastruktur dan kesenjangan informasi. Namun saat ini kita perlu bersikap optimis dan berbesar hati. Saat ini sudah banyak inisiatif yang dilakukan berbagai instansi untuk mempercepat perkembangan e-Learning tanah air. Ada instansi yang sudah berjalan dan siap berbagi pengalaman dengan instansi lain dan ada juga yang masih dalam taraf belajar.

Global Distance Learning Network (GDLN) Indonesia akhir-akhir ini menyediakan hibah kompetisi untuk mengembangkan konten pemelajaran dan aktivitas pemelajaran. GDLN Indonesia yang memiliki subcenter di Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Udayana, dan Universitas Riau sangat berpotensi untuk mendukung program distance learning. Belum lagi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) melalui Indonesia Higher Education Network (Inherent), disamping menyediakan infrastruktur jaringan yang menghubungkan antar perguruan tinggi di Indonesia juga memberikan hibah kompetisi pengembangan konten. Tak kurang puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta sudah terhubung ke Inherent. Pada tahap awal, yaitu tahun 2006 telah terbangun interkoneksi 32 localnode yang berada di perguruan-perguruan tinggi di ibu-ibu kota propinsi di Indonesia serta kantor Dirjen Dikti dengan bandwith bervariasi mulai 1, 2, 8, hingga 155 Mbps!.

Pustekkom Depdiknas dan majalah SWA juga tidak ketinggalan dalam inisiatif memajukan e-Learning di tanah air. Terhitung sejak tahun 2006, mereka sudah dua kali berhasil menyelenggarakan e-Learning Award. Event ini sepertinya akan berlangsung tiap tahun. Yang terakhir ini, para peserta tidak hanya dibatasi dari institusi pendidikan, tetapi juga dari perusahaan.

Bibit-bibit pemain di bidang yang satu ini pun akhirnya terlihat. Ternyata banyak potensi yang bisa dipupuk untuk terus maju, setidaknya bermanfaat di lingkungan masing-masing. Yang berasal dari pendidikan perlu lebih giat lagi melakukan penelitian di bidang ini sedangkan dari pihak perusahaan bisa terus melebarkan sayap dalam mengembangkan konten pemelajaran. Bukan rahasia lagi bahwa di negeri ini sudah ada content developer yang merambah dunia internasional.

Dukungan dari berbagai pihak tetap perlu digalakkan, termasuk dalam ini pemerintah melalui Detiknas yang sudah memasukkan e-Pendidikan sebagai salah satu Flagship Program TI nasional. Terkait e-Pendidikan ini, Depdiknas berperan sebagai owner, sedangkan member-nya adalah Bappenas, Depkominfo, Depperin, KNRT, dan Kementerian PAN. Akhirnya, bravo e-Learning tanah air!

Artikel Terkait:

Bookmark this article! [?]

BlinkbitsBlinkListsBlogLinesBlogmarksBuddymarksCiteULikeCo.mmentsDel.icio.usDiggDiigo

FarkFeed Me LinksFurlGoogleLinkagogoma.gnoliaNetvouzNewsvinePropellerRawsugar

RedditRojoSimpySphinnSpurlSquidooStumbleUponTailrankTechnoratiYahoo

Tagged as: , ,
Harry B. Santoso

Harry B. Santoso , staf akademik di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Sejak tahun 2003 telah aktif dalam berbagai kegiatan di bidang e-Learning seperti menulis untuk konferensi baik nasional maupun internasional, koordinator seminar e-Learning, serta memberikan tutorial untuk berbagai instansi tentang Learning Management System dan pengembangan e-Learning content. Saat ini aktif juga di Lab Digital Library & Distance Learning Fasilkom UI. Bidang penelitian yang diminati adalah distance & e-Learning, teknologi pembelajaran, kognitif & pembelajaran, serta personalisasi pembelajaran.
Email Penulis | Semua Tulisan Harry B. Santoso
Website: http://staff.blog.ui.edu/harrybs

Tanggapi artikel ini

Note: This post is over 7 months old. You may want to check later in this blog to see if there is new information relevant to your comment.