Posted: June 1st, 2010 | Author: breakingnews | Filed under: Lain-lain | No Comments »

Forest fires that covers nine forest in the region of Quebec, Canada have bring effects in the cities of Montreal and Ottawa in Canada as far as Boston in the United States.
The massive flames of the fire which reach as high as 30 meters look like a real monster, said Marcel Trudel. The smell of forest burning was visible in Montreal and Canada, and thousands of hectares of forest were burned in the center of Quebec where eight outbreaks of forest fires were still out of control. There were more than 52 outbreaks of fires in which 50 of them continue to burn.
On Monday also issued the first smoke warning across southern Quebec, the area most densely populated of the province, as they reached the region of Ottawa in Ontario, due to the change of wind direction.
The U.S. Weather Service (NOAA) issued an alert that covers the states of Maine and New Hampshire, bordering Quebec and in Boston, Massachusetts.
The Public Health Agency of Quebec invited the “vulnerable people to be cautious,” recalling in a statement that “the smoke mostly affects people with respiratory or heart disease and asthmatic children.”
Canadian authorities are devising ways to protect Wemotaci Natural Reserve. It appears that some preventive lines couldn’t hold up and a bigger job will have to be done on those areas.
Maine, Manitoba, Massachussets and New Brunswick are sending firefighters and equipment to battle almost 60 burning sites across more than 38,000 hectares of forest. The Red Cross is assisting Quebec in the relocation operation in the Mauricie, the Lanaudieres and the Saguenay-Lac-Saint-Jean regions and have about 100 workers and volunteers helping the evacuees.
Posted: June 1st, 2010 | Author: breakingnews | Filed under: Lain-lain | No Comments »
Tropical Storm Agatha swept the areas of Guetemala, Honduras and El Salvador. In Guetemala City, Guetemala, the storm created a giant sinkhole bigger than an intersection and caused at least 100 people died in those countries.

Salvadoran President Mauricio Funes declared a “red alert,” the highest level of emergency, today after rains from Agatha set off at least 140 landslides.
The hurricane center said that Agatha storm is expected to produce rainfall of as much as 20 inches (50 centimeters) over southeastern Mexico, Guatemala and most of El Salvador.
A spokesman for Guatemala’s national disaster agency, said yesterday landslides triggered by Agatha’s rains killed some adults and children in the western and central parts of the country. Meanwhile, floods in El Salvador have killed six people.
Posted: May 20th, 2010 | Author: kolumnis | Filed under: Lain-lain | Tags: Alexander Randy Angianto, Dokter Alexander Randy Angianto, dokter termuda | No Comments »
Alexander Randy Angianto memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di usia relatif muda dari UGM Yogyakarta.
Alexander Randy Angianto merupakan lulusan termuda dari 1.516 lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diwisuda hari ini, Rabu (19/5/2010). Alex, panggilan akrabnya, mampu menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran dalam usia 19 tahun, 3 bulan, 19 hari.
Pria asal kota Balikpapan, Kaltim, ini bukanlah peraih IPK cum laude 4 atau lulus tercepat. Saat di wisuda bersama 1.301 Sarjana serta 215 Ahli Madya untuk Periode III Tahun Akademik 2009/2010 dia, merupakan lulusan termuda. Selama 3,5 tahun ia merampungkan kuliahnya dengan IPK 3,56.
Alex yang memiliki tinggi badan 184 cm, saat ini telah menyandang gelar sarjana kedokteran (S.Ked). Saat diwisuda dia tengah mengikuti pendidikan koasistensi di RS Dr Sardjito Yogyakarta.
Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Erwin Angianto (50) dan Anastasia Yulianti (46), bercerita jika dahulunya dia sudah masuk SD saat umur 5 tahun. Dia menamatkan SD Yayasan Bina Bhakti Siswa (YBBS) di kota Balikpapan selama enam tahun. Yang sedikit berbeda, justru di bangku SMP dan SMA, dirinya ikut program akselerasi sehingga bisa lulus satu tahun lebih cepat dari biasanya.
Alex mengaku sejak kecil tidak ada perlakukan khusus dari orang tua padanya. Bahkan dirinya termasuk orang yang tidak begitu memaksakan dirinya untuk belajar. Dia lebih suka menghabiskan kesempatan bermain dengan anak seusianya. Bahkan saat bergaul dengan teman-temannya yang lebih tua dari usianya, Alex sering berkata ceplas-ceplos seenaknya seperti anak SMA lainnya. Namun teman-teman kuliahnya menganggap biasa saja.
Selama belajar di UGM, dia tidak suka mengasingkan diri untuk bisa belajar. Tapi lebih suka belajar saat mendengarkan pada dosen saat mengajar di depan kelas. Semua yang dikemukakan dosen dicatat dan dipelajari dengan baik
“Saya lebih fokus saat jam-jam pelajaran. Saya juga akan lebih mudah menerima pelajaran saat saya banyak mendengarkan. Selama belajar juga tidak banyak kendala di sini,” kata pria kelahiran 30 Januari 1991 ini.
Setelah lulus dari SMAN 1 Balikpapan tahun 2006, dia masuk FK UGM lewat jalur Penelusuran Bakat Skolastik (PBS) UM UGM. Ketertarikannya untuk memilih pendidikan dokter muncul dari dirinya sendiri. Kendati begitu, sejak kecil ibunya yang kebetulan juga berprofesi sebagai seorang dokter juga menyarankan dirinya kelak menjadi dokter.
“Sejak kecil sudah diminta jadi dokter. Saat SMA ya jadi pingin jadi sendiri jadi dokter,” kata Alex yang bercita-cita ingin jadi dokter spesialis bedah ini.
Selama kuliah, Alex tidak hanya sibuk dengan urusan kuliah semata. Dia aktif di organisasi Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia (Asia Medical Student). Di organisasi ini dia sempat menjabat sebagai Direktur AMCEP (Asia Medical Student Exchange Program). Sebagai direktur, dia sempat mewakili mahasiswa FK UGM untuk megikuti pertemuan di Jepang dan Korea di tahun 2007 dan 2008. Sumber: Detik.com
Posted: May 20th, 2010 | Author: kolumnis | Filed under: Lain-lain | Tags: Agus Martowardojo menkeu, Profil Agus Martowardojo, Profil menkeu Agus Martowardojo | No Comments »
Agus Martowardojo dipilih sebagai pengganti Sri Mulyani. Berikut adalah Profil Agus Martowardojo, yang dimuat TokohIndonesia.com
Sebagai direktur utama, dia berobsesi mewujudkan Bank Permata menjadi lembaga keuangan terkemuka di Indonesia maupun regional. Bankir yang sebelumnya berkiprah di Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan Bank Mandiri ini bertekad menjadikan bank yang merupakan penggabungan dari lima bank (Bank Bali, Bank Universal, Bank Patriot, Bank Artha Media dan Bank Prima Express) ini menjadi bank profesional yang memiliki hubungan kuat dengan nasabah.
Dia menggariskan lima nilai korporasi PermataBank, yakni trust, integrity, service, excellence dan professionalism. Dengan memegang teguh kelima nilai korporasi itu, dia yakin dapat membangun budaya korporasi yang merupakan ciri khas PermataBank, menjadi bank yang memiliki hubungan kuat dengan nasabah. Berlandaskan komitmen bekerja untuk “Menjadikan hidup lebih bernilai”, dia yakin PermataBank akan dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984) ini telah mengikuti berbagai Banking & Management Courses termasuk di State University of New York, Buffalo, USA, Stanford University, Palo Alto, USA dan Institute of Banking & Finance, Singapore. Dia memulai karir di Bank of America NT & SA (1984) melalui Officer Development Program dan sebagai International Loan Officer, PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya (1986 – 1994).
Kemudian, dia menjabat Deputy Chief Executive Officer di Maharani Holding (1994), Direktur Utama di Bank Bumiputera (1995 – 1998) dan Direktur Utama di Bank Ekspor Impor Indonesia (1998). Lalu dipercaya menjabat Managing Director Risk Management and Credit Restructuring di Bank Mandiri (1999), Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator (2000), dan Managing Director Human Resources and Support Services (2001). Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama PermataBank terhitung sejak 31 Oktober 2002, dia dipercaya sebagai Advisor bagi Ketua dan Wakil Ketua BPPN untuk bidang Perbankan (2002).
Belum setahun menjadi dirut PT Bank Pertama, Agus sudah dipercaya kalangan perbankan untuk menduduki jabatan Ketua Umum Perbanas (Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Swasta) periode 2003 – 2006. Kepercayaan ini bukan hal yang mengejutkan. Sebab sebelumnya, selama lima tahun, dia pernah aktif di lingkungan Himbara (Himpunan Bank-bank Miliki Negara).
Menurutnya, PermataBank sebagai hasil merger lima bank di bawah BPPN telah menciptakan suatu bank dengan skala ekonomis yang lebih besar, jaringan yang lebih luas serta alokasi sumber daya yang lebih efisien. PermataBank diharapkan dapat menjadi institusi perbankan yang mampu berkinerja secara berkesinambungan (sustainable) dan memberikan nilai tambah bagi para stakeholder.
Dalam sambutannya Mei 2003, Agus mengatakan patut disyukuri bahwa proses merger PermataBank, baik dari sisi hukum maupun operasional, telah dapat diselesaikan dengan baik pada akhir Desember 2002 dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun sebagian besar aktivitas sudah dapat dituntaskan, namun masih ada beberapa hal yang masih harus diselesaikan, seperti sosialisasi logo PermataBank, rasionalisasi jumlah kantor cabang dan sumber daya manusia, harmonisasi produk dan standarisasi cabang. Untuk menghindari ketidaknyamanan yang akan dirasakan oleh para nasabah terutama akibat perubahan kebijakan, sistem dan prosedur, PermataBank telah membentuk task force khusus untuk menangani tahap stabilisasi dan optimalisasi pasca merger secara efektif.
Dikemukakan, PermataBank pada tahun 2002 membukukan kerugian sebesar Rp 808,22 miliar. Kerugian ini merupakan penjumlahan kinerja laba rugi eks legacy PT Bank Bali Tbk sebagai Bank Rangka untuk periode Januari 2002 sampai dengan September 2002 dan kinerja laba rugi PermataBank sebagai Bank Hasil Penggabungan untuk periode Oktober 2002 sampai dengan Desember 2002.
Kerugian ini terutama disebabkan oleh adanya pembebanan biaya merger sebesar Rp 482,25 miliar dan tambahan beban pembentukan PPAP sehubungan dengan merger sebesar Rp 342,34 miliar. Biaya merger sebesar Rp 482,25 miliar tersebut adalah porsi biaya merger yang dibebankan kepada eks legacy PT Bank Bali Tbk dari total biaya merger sebesar Rp 1,6 triliun, sedangkan sisanya yang merupakan porsi biaya merger yang dibebankan kepada keempat bank peserta merger lainnya telah diperhitungkan di dalam pos Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang terdapat pada neraca konsolidasi bagian ekuitas.
Pada posisi 31 Desember 2002, jumlah kredit yang diberikan (gross) berjumlah Rp 8,93 triliun, jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun adalah berjumlah Rp 21,89 triliun, dan total ekuitas konsolidasi per 31 Desember 2002 mencapai Rp 1,16 triliun, yaitu setelah BPPN mewakili Pemerintah melakukan Penempatan Modal Sementara sebesar Rp 4,6 triliun dalam rangka merger, sehingga Rasio Kecukupan Modal (CAR) PermataBank pada akhir tahun 2002 mencapai 10,4%.
Berkat upaya-upaya yang telah dilakukan di tahun 2002, khususnya kegiatan merger, pengelolaan aktiva produktif dan pengendalian operasional secara efisien dan efektif, maka pada kuartal I tahun 2003 PermataBank telah berhasil membukukan laba sebelum pajak perusahaan induk sebesar Rp 102,29 miliar (sebelum diaudit). Di samping itu, budaya kerja sudah mulai tumbuh serta berjalan seirama, dan nama PermataBank sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami optimis bahwa PermataBank mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik di tahun 2003 dan berpotensi untuk tumbuh dan berkembang secara sehat seperti yang diharapkan.
Ditegaskannya, semua rencana strategis PermataBank tidak akan pernah dapat direalisasikan tanpa ada dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik. Karena itu kami menyerukan kepada PermataBanker agar dalam bekerja dan berinteraksi baik secara internal maupun eksternal selalu memegang teguh lima nilai korporasi PermataBank, yaitu trust, integrity, service, excellence dan professionalism. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, kita akan dapat membangun budaya korporasi yang merupakan ciri khas PermataBank.
Posted: May 11th, 2010 | Author: breakingnews | Filed under: Lain-lain | Tags: Oklahoma Tornadoes, Oklahoma’s Tornadoes, severe weather in Oklahoma | No Comments »
At least five people were reported dead Monday night in Oklahoma after severe weather caused tornadoes to form across parts of the southern Plains, with some touching down with deadly force in the Oklahoma City area.
Tornadoes were reported to hit Oklahoma, killing at least 5 people. The heavy storm caused vehicles flipped over on roads and crushed several houses, some of which seemed to have been shaven from their foundations. Footage from KFOR-TV showed that the tornado speedily crossed a highway before it continued to a grassy field.
It was reported that two people were killed Oklahoma City while three others were killed in Cleveland County, but no further details were available.
Some 58 residents suffered injuries throughout Oklahoma because of severe weather. Similar weather also hit parts of Arkansas, Kansas and Missouri.
A damaged highway, power lines and blown off roofs were reported in Cleveland County. Debris was visible in Noble County.
The tornado, with winds of 103 m.p.h, affected some 25 counties in eastern Oklahoma, four counties in western Arkansas, nine counties in southeast Kansas, and five counties in southwest Missouri. According to the weather scientists the atmosphere contained combination of winds, heat and moisture to create dangerous conditions.
Posted: May 6th, 2010 | Author: breakingnews | Filed under: Lain-lain | Tags: Aaron Kelly American Idol 2010, Aaron Kelly was eliminated, The Youngest Contestant Aaron Kelly | No Comments »
Singing “Fly Me to the Moon”, the youngest contestant of “American Idol”, Aaron Kelly, 17, was finally eliminated in “American Idol”. He seemed to burst into tears when Ryan announced he was voted off. Big Mike then gave him a hug and a sweet little talk into his hear to cheer him up.
Aaron, fighting for battle laryngitis and tonsillitis, is known to have good manners. In an interview with The Morning Call of Allentown, he said the show gave him “a ton of fun and great learning experience.”
Born in Gulf Coast and finally move to Sonestown, in northern Pennsylvania, Kelly receives warm welcomes from his new community because of his great performance. There are signs everywhere that read “Welcome to Sullivan County, home of Aaron Kelly,” “Good Luck Aaron Kelly!”
Aaron and his brother, Curtis, survived a house fire which caused them burns when they were around three. After the accident, the family had financial difficulties, and later, with another sibling, Joshua, was adopted by an aunt and uncle who then brought Aaron to the singing competition. Aaron’s father and his brother Joshua have also shown their support, cheering for the teen in the “American Idol” studio audience.
Last week, he won them back with his booming take on Shania Twain’s “You’ve Got a Way” that included changing the lyrics from “the way we make love” to “the way you show love.”
Aaron Kelly seems to have a very good talent , but too bad the vote didn’t help to save him.
Posted: May 5th, 2010 | Author: breakingnews | Filed under: Lain-lain | Tags: Bret Michaels’ Press Conference, Bret Michaels’ recovery, Bret ‘Poison’ Michael’s recovery | No Comments »
The 47-year-old reality star “Bret Michaels is expected to make a recovery after suffering from brain illness called Subarachnoid brain hemorrhage on April 22. The team of doctors relayed good news about his health condition.
According to the doctors, the former member of Poison has been released from the Phoenix neurosurgery, the place of his recovery.
The Chief of Cerebrovascular Surgery, Dr. Joseph Zabramski, said that the rocker is able to walk and talk and is expected to make a full recovery.
“I really expect that he will fortunately make a 100% recovery … He’s just one of those lucky people, the 20% or so who have a subarachnoid hemorrhage who make a complete recovery and are able to resume all of their normal activities.”
The rocker’s medical team still doesn’t know what caused Michael’s bleeding. According to Dr. Zabramski, “Patients who don’t have anything identified in their angiograms tend to do well”. He added that his care is one of those rare instances in medicine ” where we’re actually pleased not to be able to find what caused the problem.”
It takes another 7 to 10 days for Michaels’ body to dissolve the blood clot around his brain, a process which is quite painful.
Steroids can not be used to Bret Michaels to help severe back pain during the recovery process since he is a diabetic. This could cause his glucose to go out of control.